Blok-a.com – Magetan tidak hanya terkenal dengan pesona alamnya seperti Telaga Sarangan dan udara sejuk pegunungan Lawu, tetapi juga menyimpan kekayaan kuliner yang sayang untuk dilewatkan. Dari sajian tradisional dengan resep turun-temurun hingga olahan unik yang hanya bisa ditemukan di sini. Bagi wisatawan yang berkunjung, menikmati kuliner lokal menjadi bagian penting dari pengalaman menjelajah Magetan.
Berikut ini daftar makanan yang wajib dicoba bagi wisatawan yang ingin merasakan kelezatan autentik khas Magetan.
1. Tepo Tahu Pak Sudir
Terbuat dari tepo (sejenis lontong beras berbentuk lonjong) yang dipotong-potong, lalu disajikan bersama tahu goreng, tauge, dan irisan kol. Semua bahan kemudian disiram dengan bumbu kacang. Sekilas hidangan ini mirip dengan tahu tek, tetapi bumbu kacangnya tidak menggunakan petis dan rasanya cenderung gurih manis.
Salah satu tempat untuk menikmati hidangan ini adalah Tepo Tahu Pak Sudir yang berlokasi di Jl. Yosonegoro, Tambran, Kec. Magetan, Kabupaten Magetan, yang telah dirintis sejak tahun 1950-an. Buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, tempat ini biasa ramai saat jam makan siang dan sore. Harga seporsi tepo tahu di sini sangat ramah di kantong, mulai Rp12.000 untuk porsi biasa, hingga Rp13.000 untuk porsi spesial (dengan tambahan telur).
2. Sate Kelinci Telaga Sarangan
Berwisata ke Telaga Sarangan, Magetan, rasanya belum lengkap jika tidak mencicipi sate kelinci. Kuliner ini sudah lama menjadi ikon kawasan wisata di kaki Gunung Lawu, terutama karena cocok dinikmati bersama udara dingin sekitar telaga.
Selain rasanya yang nikmat, sate kelinci di Telaga Sarangan juga terjangkau, seporsi biasanya berisi 10 tusuk dengan harga sekitar Rp20.000-Rp30.000, lengkap dengan lontong atau nasi. Di dalam area wisata Telaga Sarangan terdapat banyak warung sate kelinci, sehingga pengunjung bisa dengan mudah menemukannya.
3. Sate Jamur Tiram Bu Darmi
Selain sate kelinci, sate jamur tiram juga menjadi olahan sate yang diminati warga sekitar. Salah satu rekomendasinya adalah Sate Jamur Tiram Bu Darmi yang berlokasi di sekitar Jl. Raya Panekan, Magetan. Setiap hari, Bu Darmi buka mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, dengan jam ramai biasanya saat makan siang dan sore. Dari segi harga, warung ini sangat ramah di kantong, dengan kisaran Rp10.000-Rp15.000 per porsi.
Keunikan sate jamur Bu Darmi bukan hanya pada cita rasanya, tetapi juga pada bahan baku jamur tiram segar yang langsung diambil dari petani lokal Magetan, menjadikannya pilihan favorit wisatawan yang mencari pengalaman kuliner sehat dan enak.
4. Ayam Panggang Bu Setu Gandu
Ayam Panggang Bu Setu merupakan ikon kuliner khas Dusun Gandu, Desa Gandu, Kecamatan Karangrejo, Magetan. Proses memasaknya masih sangat tradisional, menggunakan tungku tanah liat dan kayu bakar, sehingga menghasilkan aroma yang khas dan menggugah selera. Kemudian juga tersedia dua pilihan bumbu, bumbu rujak pedas yang menghadirkan perpaduan manis, pedas, dan sedikit asam, serta bumbu bawang gurih yang ringan namun sedap.
Warung legendaris ini telah berdiri sejak sekitar tahun 1991, berawal dari usaha Bu Setu yang berjualan keliling ke pasar-pasar lokal sebelum akhirnya membuka warung sederhana di rumahnya. Lokasinya berada di Jl. Karyausaha, Dusun Krajan, Desa Gandu, RT 07/RW 01, dan setiap harinya buka mulai pukul 07.00 hingga 21.30 WIB. Untuk bisa menikmati sajian ini, pengunjung perlu merogoh kocek sekitar Rp85.000 hingga Rp90.000 per ekor.
5. Sop Buntut & Es Teler Jeng Sri
Sop Buntut & Es Teler Jeng Sri terletak di Jl. Diponegoro No. 19, Magetan, dan buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB, kecuali Senin buka pukul 12.00. Selain sop buntut dan es teler yang menjadi andalan, warung ini menawarkan berbagai menu lain, seperti ayam goreng kampung, rawon, hingga berbagai masakan rumahan. Hal ini membuatnya cocok bagi pengunjung yang datang berombongan dan ingin mencoba variasi rasa. Serta es teler segar dan manis sebagai penutup.
Soal harga, Sop Buntut & Es Teler Jeng Sri termasuk ramah di kantong. Satu porsi sop buntut dibanderol sekitar Rp20.000, sudah dengan potongan buntut yang empuk serta kuahnya yang gurih. Untuk es telernya, harga juga relatif sama, sekitar Rp10.000. (mg2/gni)
Penulis: Muhammad Naufal Abiyyu (mahasiswa magang UTM Bangkalan)










Balas
Lihat komentar