MCC Jadi Solusi Pemkot Malang Antisipasi Resesi 2023, Apa Perannya?

Tampak depan bangunan MCC (blok-A/bob)

 

Kota Malang, Blok-a.com – Pemkot bersama DPRD Kota Malang mengaktifkan Malang Creative Centre (MCC) guna mengantisipasi resesi ekonomi global dengan mengembangkan industri kreatif dan pemberdayaan UMKM.

Hal ini dilakukan karena jumlah migrasi di Kota Malang sangat tinggi dan adanya masalah demografi yang berpotensi meningkatkan pengangguran.

MCC ini akan diperuntukan sebagai public space dengan tujuan memaksimalkan pengembangan industri kreatif dan pemberdayaan UMKM di Kota Malang.

Total anggaran yang digunakan untuk melakukan aktivasi MCC ini mencapai Rp 12 Milyar. Total anggaran tersebut diserahkan kepada Diskopindag dengan Rp 8 Milyar untuk Operasional dan Aktivasi MCC dan Rp 4 Milyar untuk Supporting System. Dengan rincian penggunaan sebagai berikut:

  1. Rumah kurasi
  2. Event kreatif
  3. Workshop industri kreatif
  4. Pencitraan industri kreatif
  5. Pengembangan industri hijau
  6. Pengembangan produk industri
  7. Penguatan kelembagaan IKM
  8. Belanja modal sarana prasarana MCC

MCC terdiri dari 8 lantai, yang mana di setiap lantai nya memiliki fungsi yang berbeda.

Menurut Sutiaji, Wali Kota Malang, 40% dari bangunan MCC akan dikomersilkan. Contohnya adalah supermarket, kantin dan cafe, serta bagian rooftop bar cafe. Harapannya dengan penggunaan MCC ini dapat meningkatkan dan memberdayakan UMKM di Kota Malang.

Dalam rencana anggaran, pemberdayaan UMKM serta perencanaan dan pengembangan industri masuk dalam 2 dari 6 paket upaya Pemkot Malang untuk antisipasi resesi ekonomi global.

Total anggaran untuk perencanaan dan pengembangan industri mencapai Rp 38,8 Milyar, sedang pemberdayaan UMKM mencapai Rp 3,4 Milyar.

Dalam hal ini, Sutiaji optimis bahwa resesi ekonomi global tidak berimbas di Kota Malang karena berdasarkan data dari dana perimbangan Kota Malang meningkat sekitar Rp 170 Milyar.

“Insya allah resesi global enggak berimbas di Kota Malang, karena buktinya saja dana perimbangan kita dari asumsi Rp 1,13 Triliun sekarang malah meningkat jadi Rp 1,3 sekian Triliun, yang mana itu bisa disimpan untuk 2024 kedepan,” ujar Sutiaji.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com