Kota Malang, Blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengupayakan yang terbaik untuk terwujudnya Tri Bina Cita Kota Malang sebagai Kota Pariwisata.
Konsep pembangunan Kota Malang yang tertuang dalam The Future of Malang sebagai Malang City Heritage senantiasa digaungkan.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemkot Malang terus menguatkan Kawasan Kayutangan Heritage menjadi sebuah daya tarik tersendiri untuk wisatawan luar kota hingga mancanegara.
Berbagai fasilitas pun perlahan di lengkapi oleh Pemkot Malang, termasuk diantaranya yakni menambah titik lahan parkir di kawasan Kayutangan Heritage dengan tujuan untuk mempermudahkan pengunjung.
Terkait hal itu, Wali Kota Malang, Sutiaji berkesempatan untuk menyaksikan penandatanganan akta jual beli tanah, dengan luas lahan 792 meter persegi yang berlikasi di Jalan Basuki Rahmat No. 50, Kota Malang.
Penandatanganan tersebut dilaksanakan antara Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra dengan pemilik lahan, Lisa.
Lebih lanjut, Sutiaji menuturkan lahan seluas 792 meter tersebut nantinya akan dipergunakan untuk lahan parkir di wilayah Kayutangan Heritage.
“Difungsikan nanti untuk parkir dan menuju ke lahan yang Insya Allah akan kita tata untuk parkir,” papar Sutiaji.
Dengan adanya pembebasan lahan tersebut, Sutiaji berharap mampu memfasilitasi para pengunjung untuk memberikan kenyamanan lebih sehingga akan mendorong para wisatawan untuk berkunjung. Serta sebagai energi penguat untuk mewujudkan Kota Malang sebagai Kota Pariwisata dan memperkuatkan identitas sebagai Kota Heritage.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja memaparkan terkait progres pembangunan titik parkir Kayutangan Heritage akan segera dilaksanakan pada tahun 2023 mendatang.
“Parkir (teknis pembangunan lahan, red) nanti berdasarkan hasil kajian DED, sudah kami siapkan konsep bentuk parkirnya,” paparnya.
Sejalan dengan Sutiaji, Widjaja pun juga mengatakan hal yang sama bahwa pembebasan lahan untuk parkir tersebut akan mendorong wisatawan untuk datang di Kayutangan Heritage.
Ia pun menambahkan, dengan adanya penambahan titik parkir tersebut dirasa dapat mengurangi tingkat kemacetan di wilayah Kayutangan Heritage.
“Estimasi bisa menampung sekitar 500, jika sepeda motor tentu lebih banyak lagi. Mobil kami utamakan masuk ke sana (lahan parkir di Basuki Rahmat, red), untuk sepeda motor kami taruh di ex-DLH (Jl. Majapahit, red),” jelasnya.
“Nanti di Kayutangan ada mobil dan sepeda motor. Tentu sangat-sangat membantu untuk mengurangi kemacetan,” pungkasnya.
(ptu)










Balas