Blok-a.com – Berikut deretan peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Indonesia selama 2 dekade terakhir.
Seperti diketahui, ledakan bom bunuh diri telah terjadi saat kegiatan apel pagi di Mapolsek Astana Anyar pada Rabu (7/12/2022) sekitar pukul 08.20 WIB.
Peristiwa ini memakan korban sekitar 11 orang. Dari 11 orang itu, sebanyak 10 orang merupakan anggota polisi dan satu orang warga sipil yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan pelaku bom bunuh diri dipastikan tewas di lokasi.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Suntana menyatakan saat ini pihaknya tengah mengidentifikasi terduga pelaku bom bunuh diri tersebut. Kapolda menyebutkan, berdasarkan barang bukti di lokasi, pelaku membawa sepeda motor dengan pelat AD (wilayah Surakarta).
“Kami sedang identifikasi. Tapi, berdasarkan pelat nomor sepeda motornya yaitu AD, itu wilayah Surakarta,” ucapnya.
Kasus bom bunuh diri rupanya tak hanya terjadi kali ini saja. Terdapat beberapa peristiwa bom bunuh diri lainnya di Indonesia. Bahkan peristiwa tersebut ada yang memakan korban hingga ratusan jiwa.
Lantas kapan dan dimana saja peristiwa bom bunuh diri yang pernah terjadi di Indonesia? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak daftarnya berikut ini.
Bom Bali I (2002)
Pengeboman Bali 2002 atau disebut juga Bom Bali I merupakan peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Peristiwa ini dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia.
Tercatat 203 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat wisata tersebut.
Bom JW Marriot (2003)
Pengeboman JW Marriott merupakan peristiwa ledakan bom di hotel JW Mariott di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Indonesia pada pukul 12:45 dan 12:55 WIB pada hari Selasa, 5 Agustus 2003.
Ledakan itu berasal dari bom mobil bunuh diri dengan menggunakan mobil Toyota Kijang dengan nomor polisi B 7462 ZN yang dikendarai oleh Asmar Latin Sani. Ledakan tersebut menewaskan 12 orang dan mencederai 150 orang.
Bom Kedubes Australia (2004)
Pengeboman Kedubes Australia 2004 atau yang biasanya disebut Bom Kuningan terjadi pada tanggal 9 September 2004 di Jakarta.
Pelaku atas nama Heru Kurniawan meledakkan bom dari dalam mobil. Tragedi ini memakan 9 korban jiwa dan melukai lebih dari 180 orang lainnya.
Bom Bali II (2005)
Peristiwa ini merupakan bom bunuh diri kedua yang terjadi di Bali pada 1 Oktober 2005. Terjadi tiga pengeboman, satu di Kuta dan dua di Jimbaran dengan sedikitnya 23 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka.
Bom bunuh diri ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pariwisata di Bali mengingat pada 12 Oktober 2002 lalu terjadi serangan bom serupa dan menewaskan 202 orang.
Bom JW Marriot dan Ritz Carlton (2009)
Pengeboman Jakarta 2009 atau yang disebut juga Pengeboman Mega Kuningan 2009 adalah peristiwa ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada hari Jumat pagi, 17 Juli 2009.
Peristiwa bom bunuh diri tersebut menewaskan 9 orang korban dan melukai lebih dari 50 orang lainnya, baik warga Indonesia maupun warga asing.
Bom Masjid Az-Dzikra Cirebon (2011)
Bom Cirebon 2011 merupalan peristiwa ledakan bom bunuh diri di masjid yang berada di Markas Kepolisian Resor Cirebon Kota (Ciko) yang terjadi pada pukul 12.15 WIB, Jumat 15 April 2011. Peristiwa ini mengakibatkan 25 orang terluka termasuk Kapolres Cirebon Kota.
Bom meledak ketika salat Jumat akan dimulai sekitar pukul 12.15 WIB yang terdengar hingga radius 2 kilometer.
Bom Sarinah Jakarta (2016)
Serangan Sarinah Jakarta merupakan serentetan peristiwa berupa sedikitnya enam ledakan, dan juga penembakan di daerah sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia pada tanggal 14 Januari 2016.
Sedikitnya delapan orang (empat pelaku penyerangan dan empat warga sipil) dilaporkan tewas dan 24 lainnya luka-luka akibat serangan ini.
Bom Mapolresta Solo (2016)
Pada 5 Juli 2016, sehari jelang Idul Fitri, terjadi bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta. Ledakan ini menewaskan pelaku atas nama Nur Rohman dan melukai seorang anggota polisi.
Bom Kampung Melayu (2017)
Peristiwa ledakan bom ini terjadi pada 24 Mei 2017 di terminal bus Kampung Melayu, Jakarta Timur. Polisi mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut terjadi akibat beberapa alat peledak yang ditemukan di toilet dan di bagian lain dari terminal bus.
Ledakan ini mengakibatkan 5 orang tewas, yaitu 3 petugas kepolisian dan 2 pelaku.Sepuluh orang yang terluka dibawa ke rumah sakit di sekitar Jakarta Timur.
Bom Surabaya dan Sidoarjo (2018)
Bom bunuh diri ini terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur dengan waktu berdekatan pada Minggu (13/05/2018) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Di hari yang sama sekitar pukul 21.00 WIB bom bunuh diri terjadi di Rusun Wonocolo, Sidoarjo.
Kemudian pada Senin (14/5/2018), terjadi aksi bom bunuh diri di Mapolresta Surabaya sekitar pukul 08.50 WIB yang dilakukan lima orang yang merupakan satu keluarga.
Bom Gereja Katedral Makassar (2021)
Ledakan ini terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia pada tanggal 28 Maret 2021. Pastor dari Gereja Katedral Makassar menuturkan, ledakan terjadi sesaat setelah ibadah misa kedua digelar.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan, ledakan diduga merupakan pengeboman bunuh diri yang menggunakan jenis bom panci.
(hen)










Balas
Lihat komentar