Kontroversi & Kekecewaan Warnai Pembatalan Kelulusan Tenaga Kebersihan di RSUD Mardi Waluyo

RSUD Mardi Waluyo di Jalan Kalimantan Kota Blitar. (blok-a.com/Fajar)
RSUD Mardi Waluyo di Jalan Kalimantan Kota Blitar. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Sejumlah tenaga kebersihan yang dinyatakan lolos seleksi dan siap memulai pekerjaan di RSUD Mardi Waluyo pada 1 Januari 2026. Mendadak dikejutkan dengan pengumuman pembatalan kelulusan yang dikeluarkan oleh penyedia jasa rekrutmen, PT Sasana Bersaudara Indonesia.

Pembatalan ini disampaikan melalui surat resmi dengan nomor 002/PNG/SBI/1/2026 yang ditandatangani Direktur PT. Sasana Bersaudara Indonesia, Adi Subagio.

Dalam surat tersebut, Adi Subagio menjelaskan, bahwa keputusan ini diambil akibat kendala internal yang mempengaruhi operasional perusahaan. Sehingga tidak dapat melanjutkan proses penerimaan seleksi rekrutmen.

Dengan pengumuman tersebut, nama-nama peserta yang sebelumnya lolos kini terpaksa dicabut atau hasil seleksinya dinyatakan batal.

Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan berjanji akan memberikan kompensasi kepada peserta yang sudah menjalani trial pekerjaan di shift 2. Mereka dapat menghubungi nomor WhatsApp kami di 089613080500 untuk pengambilan kompensasi.

Informasi dari sumber internal menyebutkan bahwa PT Sasana Bersaudara Indonesia memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan RSUD Mardi Waluyo, meskipun kontrak baru saja dimulai.

Keputusan ini diduga dipicu oleh adanya intervensi dalam proses rekrutmen, termasuk titipan calon tenaga kerja dari orang-orang dekat penguasa yang tidak lolos seleksi resmi.

Sementara Plt Direktur RSUD Mardi Waluyo, dr. Bernard Theodore Ratulangi, saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui detail masalah ini.

“PT hanya menyampaikan adanya kesalahan teknis. Kami sendiri pusing dengan persoalan ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan  bahwa pihak rumah sakit telah melakukan briefing kepada tenaga kebersihan yang dinyatakan lolos, sebelum kemudian diganti oleh pihak PT.

“Kami sudah menegur PT. Kok bisa seperti itu. Tapi soal penggantian pekerja, kami tidak tahu. Kalau terkait titipan, saya tidak tahu sama sekali,” tegas dr. Bernard.

Kisruh rekrutmen tenaga kebersihan ini bermuara pada kurangnya transparansi dan profesionalisme dalam proses seleksi. Di tengah hiruk-pikuk kepentingan, para pencari kerja justru menjadi korban nyata dari ketidakpastian ini. Kejadian ini semakin memperpanjang daftar persoalan tata kelola di RSUD Mardi Waluyo. (jar/gni)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com