Isu Diminta Mundur Wali Kota, Elim Tyu Samba: Jangan Sentimen Pribadi Korbankan Atlet

Plt Ketua KONI Kota Blitar sekaligus Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba. (foto: blok-a.com/fajar)
Plt Ketua KONI Kota Blitar sekaligus Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba. (foto: blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Menanggapi isu yang beredar, menyebut Wali Kota Blitar meminta mundur dari jabatannya, Plt Ketua KONI Kota Blitar sekaligus Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, menyampaikan keprihatinan. Ia meminta pihak-pihak yang berselisih agar tidak menjadikan para atlet sebagai korban sentimen pribadi.

Elim menjelaskan, keikutsertaannya dalam peristiwa 7 September 2026 terjadi secara spontan. Saat itu, rapat paripurna baru saja selesai dilaksanakan dan ia segera menemui massa yang berkumpul di luar gedung DPRD. Di mana terdiri dari pengurus KONI, ketua cabang olahraga, pelatih, serta atlet Kota Blitar.

“Posisi baru selesai paripurna, segera menemui massa yang yaitu dari KONI Kota Blitar, dari pengurus, ketua cabor, pelatih dan atlet,” kata Elim.

Elim mengira Wali Kota juga akan keluar menemui massa yang sudah memenuhi halaman kantor DPRD. Namun, justru Wali Kota meninggalkan lokasi tepat saat aksi berlangsung.

“Saya kira Pak Wali mau nemui karena posisi massa sudah memenuhi luar kantor DPRD, ternyata beliau meninggalkan lokasi tepat saat aksi berlangsung,” jelasnya.

Sebagai Plt Ketua KONI, Elim merasa memiliki amanah untuk memperjuangkan hak-hak para atlet yang telah berupaya mengharumkan nama baik Kota Blitar. Ia menegaskan, upaya komunikasi yang dilakukan KONI selama berbulan-bulan tidak mendapat tanggapan, hingga akhirnya aspirasi disampaikan secara langsung.

“Saya diamanahkan sebagai Plt Ketua KONI merasa harus memperjuangkan hak-hak para atlet yang selama ini sudah berupaya mengharumkan nama baik Kota Blitar. Sangat disayangkan jika selama berbulan-bulan komunikasi dari KONI tidak dihiraukan hingga aksi tidak ditemui. Malah berstatemen di beberapa media dan live kegiatan Haornas menyampaikan hal-hal yang tidak untuk kemajuan olahraga, melainkan sentimen pribadi,” paparnya.

Elim menilai langkah yang seharusnya diambil oleh pimpinan pemerintahan adalah mengundang semua pihak duduk bersama mencari solusi. Bukan sibuk melakukan klarifikasi di media dan mengumbar ketidaksukaan pribadi.

“Seharusnya pemerintahan yang baik, jika terjadi aksi penyampaian aspirasi, normalnya kita diundang duduk bersama ya mencari solusi. Bukan malah sibuk klarifikasi di media bahkan mengumbar sentimen pribadi kepada kami,” tandasnya.

Elim menegaskan, seorang pemimpin wajib bersikap profesional dan mengutamakan kepentingan bersama di atas perasaan pribadi.

“Ketika menjadi pemimpin harus profesional, janganlah karena sentimen pribadi atlet jadi korban,” pungkas Wawali Elim Tyu Samba. (jar)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, pemerintahan, dan peristiwa terkini di Blitar Raya.