Pangkas Waktu Tunggu, Sistem Antrean Online Puskesmas Umbulsari Raih Predikat Nasional

Seva Paramahita Award yang digelar pada Selasa, 15 September 2026 (foto: istimewa)
Seva Paramahita Award yang digelar pada Selasa, 15 September 2026 (foto: istimewa)

Jember, Blok-a.com – Puskesmas Umbulsari meraih juara pertama nasional atas optimalisasi dan pemanfaatan sistem antrean online secara masif di tengah masyarakat desa.

Penghargaan tersebut diperoleh dalam ajang Seva Paramahita Award yang digelar pada Selasa, 15 September 2026. Acara ini digelar secara hybrid dalam rangkaian Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan oleh BPJS Kesehatan.

Hal ini membuktikan kesuksesan implementasi pelayanan kesehatan modern, efisien, dan ramah digital di wilayah pinggiran Kabupaten Jember.

Puskesmas Umbulsari dinilai sangat unggul oleh tim penilai BPJS Kesehatan berkat keberhasilannya melakukan transformasi mutu pelayanan yang mengedepankan prinsip mudah, cepat, dan setara.

Waktu tunggu di ruang pendaftaran merupakan masalah klasik yang kerap dikeluhkan para pasien. Namun, persoalan ini dijawab oleh manajemen Puskesmas Umbulsari, yang mengintegrasikan sistem teknologi informasi internal dengan aplikasi antrean digital nasional milik BPJS Kesehatan.

Langkah digitalisasi ini terbukti andal dalam memangkas waktu tunggu pasien di klinik rawat jalan secara sangat signifikan, sehingga memberikan kenyamanan medis yang jauh lebih manusiawi.

‎Kepala Puskesmas Umbulsari, dr. Nur Ahmad Santoso, memaparkan keunggulan sistem antrean online ini. Masyarakat Jember kini dapat mengambil nomor urut pemeriksaan dari rumah masing-masing melalui ponsel pintar.

Sistem aplikasi secara otomatis akan memberikan estimasi waktu kapan pasien harus tiba di loket puskesmas untuk mendapatkan pelayanan dokter.

Selain memangkas waktu antre, teknologi ini juga membantu dokter dalam memetakan rekam medis elektronik pasien secara cepat. Sehingga proses diagnosis klinis dan pemberian resep obat di ruang farmasi dapat berjalan secara terstruktur dan minim risiko kekeliruan data.

‎Penerapan digitalisasi di Puskesmas tersebut tidak hanya berhenti pada urusan pendaftaran loket semata. Otoritas puskesmas juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi telekonsultasi bagi masyarakat luas.

Melalui layanan kesehatan jarak jauh (telemedicine) ini, warga yang mengalami keluhan penyakit ringan atau membutuhkan konsultasi medis pasca-rawat tidak perlu lagi menempuh perjalanan darat ke puskesmas.

Mereka cukup berdialog dengan dokter spesialis atau dokter umum melalui panggilan video darurat. Terobosan ini dinilai sangat membantu warga lansia dan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik mobilitas harian.

‎Keberhasilan Puskesmas Umbulsari dalam mengawinkan pelayanan kesehatan primer dengan perkembangan teknologi informasi ini diakui oleh BPJS Kesehatan sebagai tata kelola terbaik (best practices). Di mana, sistem ini sudah siap dan sangat layak untuk direplikasi oleh ribuan faskes lain di seluruh penjuru Indonesia.

Transformasi digital ini membuktikan bahwa literasi teknologi dapat ditumbuhkan di tingkat perdesaan apabila disokong oleh draf panduan yang mudah dipahami oleh masyarakat bawah. Langkah modernisasi ini menjadi bukti otentik bahwa hak pelayanan setara bagi warga desa dapat diwujudkan secara nyata tanpa diskriminasi. (rio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com