Diduga Serangan Jantung, Tukang Becak Pasar Tanjung Anyar Meninggal Saat Duduk di Kios Ikan

Polisi sedang evakuasi korban meninggal dunia dan olah TKP di pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto (foto: Istimewa)
Polisi sedang evakuasi korban meninggal dunia dan olah TKP di pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto (foto: Istimewa)

Mojokerto, Blok-a.com – Seorang pria lanjut usia yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak pengangkut sayur dan ikan di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, ditemukan meninggal dunia secara mendadak di sebuah kios ikan segar, Senin (11/5/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Jainul Asad (65), warga Dusun Rejoagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Pria tersebut ditemukan tak bernyawa di kios ikan segar yang berada di kawasan Pasar Tanjung Anyar, Jalan Tanjung, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto melalui Kasi Humas Iptu Jinarwan mengatakan, pihak kepolisian menerima laporan kejadian sekitar pukul 02.15 WIB dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Petugas gabungan dari Polres Mojokerto Kota bersama personel Polsek Magersari segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban diduga meninggal dunia akibat henti jantung, dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Iptu Jinarwan.

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat beristirahat di kios sayur milik seorang pedagang sekitar pukul 01.00 WIB.

Sekitar pukul 01.30 WIB, korban berpindah ke kios ikan segar di depan lokasi semula, karena kios sayur akan digunakan pemiliknya untuk mulai berjualan.

Saat berpindah tempat, salah satu saksi melihat korban dalam kondisi batuk-batuk dan wajahnya terlihat pucat. Tak lama kemudian, sekitar pukul 02.00 WIB, korban terlihat duduk dengan posisi kepala menengadah dan miring ke kiri.

Awalnya saksi mengira korban sedang tertidur. Namun ketika dipanggil beberapa kali tidak merespons, saksi mendekat dan mendapati tubuh korban sudah lemas.

Saksi kemudian menghubungi pihak keluarga serta PMI Kota Mojokerto. Tak berselang lama, petugas PMI bersama aparat kepolisian tiba di lokasi dan memastikan korban telah meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan luar atau visum et repertum.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal akibat henti jantung. Selain itu, keluarga korban juga mengungkapkan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit paru-paru dan jantung.

“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” tambah Iptu Jinarwan.

Peristiwa ini sempat menarik perhatian para pedagang yang mulai beraktivitas di Pasar Tanjung Anyar pada dini hari. Setelah proses olah tempat kejadian perkara selesai, situasi di lokasi kembali kondusif. (sya/ova)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com