Mojokerto, blok-a.com – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jo-Mo), tepatnya di KM 691+600 jalur B, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi L-1151-DAJ terbalik di median jalan tol setelah diduga mengalami pecah ban depan sebelah kanan.
Akibat insiden tersebut, dua orang yang berada di dalam kendaraan mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan petugas.
Berdasarkan laporan kepolisian, Honda Brio yang dikemudikan Saiful Fajar (40), warga Desa Giring Barat, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, melaju dari arah Surabaya menuju Yogyakarta melalui lajur lambat dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di KM 691+600 jalur B, mobil diduga mengalami pecah ban depan sebelah kanan. Kondisi tersebut membuat pengemudi kehilangan kendali hingga kendaraan oleng ke kanan dan menghantam guardrail atau pembatas besi median jalan tol.
Benturan keras menyebabkan mobil terbalik dan berhenti di area median jalan tol. Beruntung, tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Pengemudi, Saiful Fajar, mengalami memar pada bagian punggung, sedangkan penumpangnya, Adila Wulan (28), warga Desa Tambak Ploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, mengalami nyeri di bagian kepala. Keduanya mengalami luka ringan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta, sementara kerusakan fasilitas jalan tol masih dalam proses perhitungan oleh pihak pengelola.
Panit PJR 3 Ditlantas Polda Jatim, Ipda Ridho Pramana, mengatakan dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah pecahnya ban depan sebelah kanan sehingga kendaraan kehilangan kendali.
“Dari hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan ini merupakan kecelakaan tunggal yang diduga dipicu pecah ban depan sebelah kanan. Pengemudi kemudian kehilangan kendali hingga kendaraan menabrak guardrail dan terbalik di median jalan tol. Tidak ada korban meninggal dunia, hanya dua orang mengalami luka ringan,” ujar Ipda Ridho Pramana.
Ia menambahkan, saat kejadian kondisi cuaca cerah dan arus lalu lintas di ruas Tol Jombang-Mojokerto terpantau lancar sehingga proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
“Petugas PJR bersama pengelola jalan tol langsung mendatangi lokasi, melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas, olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengevakuasi kendaraan ke Pos PJR 684 agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” tambahnya.
Ipda Ridho juga mengimbau para pengguna jalan tol agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama memeriksa tekanan dan kondisi ban untuk mengantisipasi risiko pecah ban yang dapat memicu kecelakaan.
“Kami mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan tol agar rutin memeriksa kondisi ban, tekanan angin, dan kelayakan kendaraan sebelum bepergian. Jika merasakan gejala ban bermasalah, segera kurangi kecepatan dan menepi di tempat yang aman. Keselamatan harus menjadi prioritas utama selama berkendara,” pungkasnya.(Sya)










Balas
Lihat komentar