Bau Busuk dan Air Hitam Cemari Sungai Jalan Raya Jombang-Ploso

Teks 1: Pembersihan sampah yang ada di sungai sepanjang jalan raya Jombang-Ploso, oleh petugas Santri Jogo Kali Dinas Lingkungan Hidup Jombang.(Blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Jombang, blok-a.com – Saat melintas di sepanjang jalan raya Jombang – Ploso ada pemandangan yang membuat risih, pasalnya di sepanjang aliran sungai yang membentang itu terlihat sampah yang menumpuk dan air berwarna hitam pekat dengan mengeluarkan bau yang menyengat.

Terutama dimusim kemarau ini, air sungai hanya berasal dari limbah pabrik gula Jombang Baru, limbah rumah tangga, juga limbah Rumah Pemotongan Ayam (RPA) yang mengalir di sungai di Jalan Raya Jombang-Ploso tersebut.

Dari pantauan media saat melintas, terlihat ada kegiatan bersih-bersih sungai yang dilakukan oleh satgas Santri Jogo Kali dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Mereka terlihat mengambil sampah yang terapung di sungai untuk selanjutnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjardowo dengan menggunakan truk sampah.

Ketua Satgas Jogo Kali yang bertugas waktu itu, Fatkhur Rohman ahman mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan, namun kali ini menurutnya istimewa karena sepanjang kegiatan pagi ini sudah sepanjang 300 meter penuh sampah semua.

“Kali ini istimewa, karena sepanjang kurang lebih 300 meter yang kita sisir dan kita bersihkan ini tadi penuh sampah semua. Dan sampah didominasi sampah lumut, daun, plastik, botol-botol bekas minuman,” katanya kepada blok-a.com di lokasi, Jumat (7/6/2024).

Menurutnya, kebanyakan yang buang sampah di sungai adalah orang-orang yang tidak tinggal di sepanjang bantaran sungai, sebab untuk warga yang di sekitar bantaran sudah diberikan disosialisasi.

“Kebanyakan itu orang yang tidak tinggal di bantaran sungai, ada yang sambil berangkat kerja buang sampah, termasuk orang-orang pasar itu yang buang di sungai. Kalau orang-orang yang tinggal di sepanjang bantaran banyak yang sudah sadar, karena sudah kita beri sosialisasi,” imbuhnya.

Saat disinggung soal bau yang menyengat, Fatkhur Rohman mengatakan, bahwa limbah dari RPA mengalirnya ke sungai ini di bawah dam tambak beras dari barat yang bercampur dengan limbah dari pabrik gula Jombang Baru.

Ketika blok-a.com bertanya, apakah limbah yang dibuang kesungai ini sudah melalui proses pengolahan limbah yang diperbolehkan supaya air tidak hitam pekat dengan bau busuk yang menyengat seperti ini?.

Fatkhur menjawab, “ya saya nggak tau sih, saya sempat ke dalam, juga tanya-tanya. Ngomongnya sudah, cuma saya melihat dengan mata saya sendiri kan tidak diperkenankan untuk melihatnya, untuk lebih jelasnya silahkan bertanya kepada atasan saya, dinas DLH,” ungkapnya.

Saat blok-a.com datang ke rumah pengusaha RPA di Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang untuk konfirmasi terkait limbah yang diduga dibuang ke sungai sehingga menimbulkan bau busuk, ternyata orangnya masih ada urusan ke luar kota.

Satpam penjaga yang enggan disebut namanya mengatakan, “Abah masih ke Jakarta, sudah tiga hari ini belum pulang,” katanya.

Kabid Pengendalian Pengawasan dan Penegakkan Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Jombang, Yuli Inayati saat ditemui di kantornya juga enggan berkomentar tentang masalah ini.

“Kebetulan bapak ke Bandung, saya tidak berani komentar apa-apa, sama bapak saja nanti,” ujar Inayati.

Kepala dinas lingkungan hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum saat dikonfirmasi blok-a.com lewat sambungan WhatsApp mengatakan, akan segera dicek lapangan dulu dan uji lab.

“Ok.. Segera kami verlap dlu..biar nnti akan obyektif penanganannya,” katanya dalam sebuah pesan WhatsApp.

Saat dimintai keterangan, Ulum kembali menjawab lewat pesan singkat WhatsApp, “Belum bisa mas, kami harus cek lapangan dulu biar lebih obyektif,” jawabnya.

Cukup disayangkan kalau selama bertahun-tahun aliran sungai sepanjang jalan raya Jombang – Ploso tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah daerah. Terbukti dengan bau busuk yang menyengat dengan kondisi air berwarna hitam pekat sudah bertahun-tahun tidak ada perubahan.

Dengan motto Jombang Beriman (Bersih, Indah, Aman, dan Nyaman), rasanya bertolak belakang jika melihat kondisi sungai yang kotor, kumuh, penuh sampah, dengan bau busuk menyengat, dengan aliran air berwarna hitam pekat.(sya/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com