Jombang, blok-a.com – PT Bank Syariah Nasional (BSN) memperluas pengembangan ekosistem keuangan syariah dengan menggandeng Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Kerja sama tersebut ditandai dengan kunjungan jajaran manajemen Bank BSN ke Kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum pada Kamis (27/8/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pengelolaan keuangan syariah sekaligus mendorong pengembangan ekonomi berbasis pesantren.
Dalam agenda tersebut hadir Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor, Kepala Divisi Network & Digital Sales Kurnia Muhamadi, Kepala Cabang Surabaya Munawar Sholihin, serta Kepala Cabang Malang Ata Nasrullah.
Kedatangan jajaran manajemen BSN disambut Sekretaris Umum Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Khumaidi Abdillah Chisnulloh.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, kolaborasi dengan pesantren tidak sekadar diarahkan pada pemanfaatan layanan perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi umat yang lebih kuat.
“Pertemuan hari ini kami maknai bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan silaturahmi sekaligus awal dari ikhtiar bersama. Bank syariah harus hadir membawa keberkahan dan kebermanfaatan,” ujar Alex.
Menurut Alex, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah. Ekosistem pesantren tidak hanya terdiri atas santri, tetapi juga alumni, wali santri, tenaga pendidik, pengelola lembaga pendidikan, hingga pelaku UMKM yang berada di sekitar pesantren.
“Kami melihat pesantren bukan hanya sebagai pengguna layanan keuangan syariah, tetapi juga pusat literasi dan penggerak ekonomi. Jika potensi ini tumbuh bersama ekosistem yang sehat, manfaatnya akan makin luas,” katanya.
Dalam kerja sama tersebut, BSN menyiapkan berbagai layanan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengelolaan keuangan Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Layanan mencakup penempatan dana, fasilitas pembiayaan, hingga pengelolaan gaji pegawai melalui sistem payroll.
BSN juga menawarkan sejumlah layanan digital untuk mendukung modernisasi tata kelola keuangan pesantren. Di antaranya virtual account, Cash Management System (CMS), serta transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Pemanfaatan layanan digital tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan transaksi pesantren menjadi lebih efektif, transparan, dan mudah dipantau.
Kolaborasi juga diarahkan pada aspek peningkatan literasi keuangan syariah. Edukasi nantinya dapat menyasar komunitas pesantren, mulai dari pengurus, tenaga pendidik, santri, alumni, hingga pelaku usaha yang berada dalam ekosistem pesantren.
Kerja sama dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum juga berlangsung bertepatan dengan momentum satu tahun Bank BSN pascatransformasi dari BTN Syariah. Transformasi menjadi bagian dari langkah perseroan memperkuat posisi sebagai salah satu pemain utama dalam industri perbankan syariah nasional.
Ekspansi ke sektor pesantren juga didukung oleh kinerja keuangan perseroan. Hingga akhir Juli 2026, Bank BSN mencatat total aset sebesar Rp81,1 triliun.
Dari sisi pembiayaan, perseroan telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp62 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp64,1 triliun. Kinerja ini turut menopang perolehan laba bersih perseroan yang mencapai Rp643,6 miliar hingga akhir Juli 2026.
Selain layanan perbankan konvensional berbasis syariah, BSN juga terus memperkuat layanan digital melalui aplikasi Bale Syariah. Alex mengatakan, platform ini telah digunakan lebih dari 225 ribu pengguna aktif untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi keuangan.
“Saat ini platform digital Bale Syariah telah digunakan oleh lebih dari 225 ribu pengguna aktif untuk berbagai kebutuhan, mulai dari transfer, pembayaran tagihan, layanan QRIS, zakat, infak, sedekah, hingga top-up Kartu Multi Trip KAI Commuter,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan layanan digital menjadi penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan transaksi cepat dan praktis, termasuk di lingkungan pesantren.
Melalui kerja sama dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, BSN berharap integrasi layanan perbankan, pembiayaan, digitalisasi transaksi, dan literasi keuangan syariah dapat membangun ekosistem ekonomi pesantren yang lebih mandiri. Kolaborasi tersebut sekaligus diharapkan menjadi model penguatan ekonomi berbasis pesantren yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Timur.(Sya)










Balas