Jombang, blok-a.com – Kepolisian turun tangan menyelidiki dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa mual, muntah hingga diare sehari setelah menyantap menu MBG. Polisi kini melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut.
Kapolsek Kabuh AKP Muhammad Yogie Pratama mengatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan. Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG.
“Kami akan menggali informasi lebih dalam dengan menggandeng pihak sekolah, dan juga menggali informasi dari kepala dapur SPPG,” ujamr Yogie, Kamis (3/9/2026).
Menurut Yogie, jumlah pasti siswa yang mengalami keluhan masih dalam proses pendataan. Sebagian siswa telah mendapatkan penanganan medis, baik melalui observasi maupun rawat inap, sementara sebagian lainnya sudah diperbolehkan pulang.
Kendati demikian, kepolisian belum menyimpulkan bahwa gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan MBG.
“Untuk informasi sementara, baru di SMPN 1 Kabuh saja kejadian ini. Kami masih menggali informasi berapa penerima manfaat dari SPPG terkait dan jalur distribusinya ke mana saja,” jelasnya.
Penelusuran terhadap jalur distribusi menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Polisi ingin mengetahui cakupan penerima makanan dari SPPG tersebut, termasuk apakah ada penerima manfaat lain yang mengalami gejala serupa.
Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, menu MBG yang disantap siswa pada Rabu terdiri dari nasi putih, udang saus Padang, tahu susu, tumis wortel dan sawi, brokoli, serta pepaya.
“Mereka mengalami mual, muntah ataupun diare. Namun, pihak sekolah maupun kami dari kepolisian baru diberi informasi pada Kamis (3/9/2026) pagi,” ungkap Yogie.
Kepala Puskesmas Kabuh, Sri Mustikaning, membenarkan adanya sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG. Menurut Sri, keluhan yang dialami para siswa antara lain mual, muntah dan diare.
“Rata-rata gejala yang dialami oleh para siswa seperti mual, muntah, diare, seperti layaknya keracunan makanan,” kata Sri.
Meski demikian, Puskesmas Kabuh belum dapat memastikan jumlah siswa yang mengalami gejala tersebut. Data resmi masih menunggu hasil pendataan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.
Dengan demikian, dugaan keracunan makanan tersebut belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan medis maupun laboratorium keluar.
Sementara itu, Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna, turut memberikan penjelasan mengenai makanan MBG yang dibagikan kepada para siswa.
Chakra mengatakan, dugaan sementara memang mengarah pada salah satu menu, yakni udang saus Padang. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami siswa.
“Kalau dari indikasi, kemungkinan kita masih curiga terhadap udangnya,” ujar Chakra.
Menu yang dibagikan pada Rabu tersebut terdiri dari udang saus Padang, pepaya, sayur tumis dan tahu.
Menurut Chakra, makanan dari SPPG tersebut didistribusikan kepada sekitar 2.899 penerima manfaat. Namun, laporan gangguan kesehatan sejauh ini baru diterima dari SMPN 1 Kabuh.
“Di SMPN 1 Kabuh terdapat sekitar 689 penerima manfaat, tetapi tidak seluruh siswa mengalami keluhan,” jelasnya.
Chakra memastikan proses pengolahan makanan dilakukan dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP). Ia juga menyebut proses memasak tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan.
Terkait bahan makanan, Chakra menjelaskan bahwa bahan untuk menu tersebut diterima sehari sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat. Menurutnya, mekanisme tersebut telah sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan program MBG.
Saat ini, kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Pemeriksaan terhadap kondisi siswa, makanan, serta jalur distribusi MBG menjadi bagian dari proses untuk mengungkap apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau disebabkan faktor lainnya.
Hasil pemeriksaan medis dan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.(Sya)










Balas