Mojokerto, blok-a.com – Kapolres Mojokerto AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., menggagas pengembangan Pos Satlantas Kenanten menjadi Kenanten Police Station. Pos polisi terpadu ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan lalu lintas, tetapi juga menyediakan fasilitas kesehatan darurat dan ruang istirahat bagi pengemudi ojek online (ojol) maupun ojek konvensional.
Konsep tersebut disampaikan Kapolres Mojokerto saat menggelar kegiatan ngopi bareng bersama komunitas ojol Mojokerto Raya di Kenanten Police Station, Simpang Lima Kenanten, Desa Puri, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 perwakilan pengemudi ojol. Hadir pula Kasi Pengendalian dan Operasional UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Provinsi Jawa Timur Akhmad Yazid, S.Sos., Kasat Intelkam Polres Mojokerto AKP Danny Prastiyansyah, S.E., serta Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Bernadus Bagas Simarmata, S.Tr.K., S.I.K., M.S.S.S.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antara kepolisian dan komunitas ojol. Kapolres bersama jajaran Dishub juga meninjau langsung progres pembangunan Pos Satlantas Kenanten yang tengah dikembangkan menjadi pos polisi terpadu.
Menurut AKBP Andi, keberadaan Kenanten Police Station nantinya diarahkan untuk memberikan rasa aman sekaligus kenyamanan bagi pengguna jalan, terutama karena kawasan Simpang Lima Kenanten merupakan salah satu titik dengan aktivitas lalu lintas cukup padat.
“Kita berfokus pada pengembangan pos lalu lintas menjadi stasiun terpadu yang dilengkapi fasilitas kesehatan darurat, area istirahat bagi ojek online dan konvensional, serta penataan ulang jalur lalu lintas di sekitar terminal Mojokerto,” kata AKBP Andi.
Pos Polisi dengan Fasilitas Lebih
Kenanten Police Station nantinya akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Di antaranya ruang kesehatan darurat dengan konsep seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), area istirahat, toilet, hingga akses WiFi.
Fasilitas tersebut disiapkan agar pengemudi ojol maupun ojek konvensional memiliki tempat singgah yang layak ketika menunggu pesanan atau berkoordinasi tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Nantinya di pos ini kita akan menyediakan kelengkapan fasilitas umum seperti WiFi dan toilet. Memang butuh waktu, saat ini pembangunan sudah 70 persen. Ini bentuk keseriusan kami menindaklanjuti saran dari rekan-rekan ojol,” ujarnya.
Kapolres juga menaruh perhatian terhadap aspek pertolongan pertama pada kondisi darurat. Menurutnya, lokasi Simpang Lima Kenanten merupakan titik yang memiliki potensi kecelakaan karena tingginya volume kendaraan yang melintas.
Karena itu, personel yang bertugas di pos tersebut nantinya diharapkan memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan maupun kondisi medis darurat.
“Polisi lalu lintas diharapkan memiliki pengetahuan penanganan pertama, fokus pada penanganan kasus gawat darurat seperti masalah jantung dan pernapasan. Kami juga berharap Dinkes bisa menyiapkan tim atau relawan untuk berkolaborasi,” jelasnya.
Apresiasi dari Komunitas Ojol
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari komunitas ojol. Margono, perwakilan komunitas Shopee, mengusulkan agar pelatihan pertolongan pertama tidak hanya diberikan kepada petugas kepolisian, tetapi juga melibatkan para pengemudi ojol.
“Saya sarankan kita diajarkan bersama-sama supaya tidak tergantung petugas dan relawan. Saya berharap kita dibekali pelatihan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) agar bisa mengerti pertolongan pertama di lapangan,” ucapnya.
Usulan tersebut langsung disambut Kapolres Mojokerto. AKBP Andi menyatakan siap memfasilitasi pelatihan bersama bagi pengemudi ojol yang sering beraktivitas di kawasan Kenanten.
“Untuk pelatihan bersama nanti akan kita berikan bagi ojol yang sering mangkal di pos ini. Peralatan pertolongan pertama gawat darurat juga akan kami sediakan,” jawabnya.
Dony, perwakilan Grab Mojokerto Community, mengaku senang dengan adanya fasilitas khusus bagi pengemudi ojol. Menurutnya, tempat tersebut dapat menjadi lokasi beristirahat dan menunggu pesanan tanpa mengganggu arus kendaraan.
“Kami mengucapkan apresiasi kepada Bapak Kapolres Mojokerto. Kami bahagia karena dibuatkan tempat yang nyaman buat stay dan tidak ada hambatan untuk menarik penumpang. Semoga ini menjadi tempat ternyaman bagi kita untuk mangkal dan berkoordinasi,” tuturnya.
Kapolres Mojokerto memastikan komunikasi dengan komunitas ojol akan terus dilakukan secara rutin. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi dua arah untuk mengetahui persoalan sekaligus menampung masukan dari para pengemudi.
“Terima kasih atas saran yang diberikan. Nantinya kita akan usahakan sering-sering bertemu di tempat ini untuk berkoordinasi dan mendengarkan masukan dari rekan-rekan ojol,” tegasnya.
Bersama Dishub Cek Kondisi Simpang Lima Kemanten
Selain berdialog dengan komunitas ojol, Kapolres Mojokerto juga melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur terkait penataan lalu lintas di Simpang Lima Kenanten.
Kawasan tersebut dinilai strategis sekaligus krusial karena menjadi salah satu jalur dengan volume kendaraan berat yang cukup tinggi. Berdasarkan pendataan awal, sekitar 300 unit truk melintas setiap hari dari arah Kabupaten Mojokerto.
“Kita perlu penanganan segera. Sebagai langkah awal perlu pendataan volume kendaraan, evaluasi rambu dan APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas), kajian pemindahan traffic light, optimalisasi bahu jalan, serta penataan drop zone,” paparnya.
Hasil pendataan dan evaluasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.
Untuk jangka panjang, Polres Mojokerto bersama instansi terkait juga akan mengkaji kemungkinan pembangunan flyover sebagai salah satu opsi untuk mengurai kepadatan arus kendaraan di Simpang Lima Kenanten.
Sementara itu, Kasi Pengendalian dan Operasional UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Provinsi Jawa Timur Akhmad Yazid menyoroti kondisi jalan dari arah utara menuju Simpang Lima Kenanten.
Menurutnya, jalur tersebut memiliki kondisi jalan yang menurun dan relatif sempit karena terdapat saluran air. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam menyusun penataan kawasan.
“Akses dari arah utara menuju perempatan memiliki kondisi jalan menurun dan relatif sempit. Perlu koordinasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan MoU untuk pengaturan area. Aktivitas ojek pangkalan dan area naik-turun penumpang juga harus ditata agar tidak mengganggu arus,” ungkapnya.
Akhmad mengatakan, wacana pembangunan flyover di kawasan tersebut sebenarnya telah pernah diusulkan. Namun, hingga kini rencana tersebut belum terealisasi.
Masukan dari Polres Mojokerto, lanjut dia, akan dibawa untuk dibahas lebih lanjut di tingkat pemerintah provinsi sebagai bagian dari upaya mencari solusi terhadap persoalan lalu lintas di kawasan tersebut.
“Masukan dari Bapak Kapolres Mojokerto dan pihak terkait akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah tindak lanjut serta penanganan lalu lintas di Simpang Lima Kenanten,” jelasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung Kapolres Mojokerto bersama jajaran Dishub di kawasan Simpang Lima Kenanten.
Mereka melihat sejumlah titik yang dinilai rawan kemacetan maupun berpotensi menimbulkan konflik antar pengguna jalan, termasuk aktivitas kendaraan yang keluar-masuk kawasan serta lokasi naik-turun penumpang. (Sya)










Balas