Muktamar NU ke-35 Terapkan Teknologi Digital, 100 Lebih CCTV Terintegrasi Command Center

Ketua Organizing Commitee Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, saat meninjau kesiapan lokasi Muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang (Foto: istimewa)
Ketua Organizing Commitee Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, saat meninjau kesiapan lokasi Muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang (Foto: istimewa)

Jombang, blok-a.com – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menghadirkan inovasi dalam tata kelola forum tertinggi organisasi tersebut. Panitia menerapkan sistem digital terpadu untuk memperkuat pengamanan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada peserta.

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan penerapan teknologi tersebut mencakup pemasangan lebih dari 100 kamera pengawas atau CCTV yang tersebar di berbagai titik lokasi muktamar.

Selain CCTV, panitia menggunakan kartu identitas atau ID card berbasis cip anti-duplikasi, teknologi kecerdasan buatan (AI), serta pusat pemantauan secara real-time melalui command center.

Menurut Gus Ipul, seluruh perangkat tersebut telah terintegrasi dalam satu sistem pemantauan. Kamera pengawas dipasang tidak hanya di arena utama muktamar, tetapi juga di sejumlah titik pelayanan dan fasilitas peserta.

“Di arena utama, iya. Mulai di tempat cuci tangan, kemudian di tower-tower, di tempat akomodasi, di tempat konsumsi, maupun di jalan-jalan,” kata Gus Ipul saat meninjau lokasi Muktamar ke-35 NU di Pesantren Tambakberas, Selasa (25/8/2026).

“Ada lebih dari 100 kamera yang terhubung satu dengan yang lain, dan ini telah dibuat satu sistem, laporan, kemudian tindak lanjutnya, siapa petugasnya, dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Gus Ipul menjelaskan, teknologi tersebut tidak semata-mata digunakan untuk meningkatkan keamanan. Sistem digital itu juga dirancang untuk mempercepat pelayanan dan memudahkan panitia dalam menangani berbagai persoalan yang muncul selama muktamar berlangsung.

Setiap kejadian di lapangan dapat dipantau melalui command center. Apabila terdapat laporan atau kendala, sistem akan mencatatnya dan meneruskan informasi tersebut kepada petugas yang bertanggung jawab untuk segera melakukan penanganan.

Panitia juga menerapkan ID card berbasis cip untuk memverifikasi identitas peserta. Sistem tersebut disiapkan untuk mencegah penggunaan identitas ganda atau duplikasi serta memastikan peserta yang hadir telah terdaftar secara resmi.

Inovasi lain yang diterapkan adalah pemanfaatan AI agent yang terhubung dengan aplikasi WhatsApp. Melalui layanan tersebut, peserta dapat mengirimkan pesan maupun foto untuk memperoleh informasi, termasuk mengetahui lokasi kamar atau tempat akomodasi mereka.

Fitur berbasis AI tersebut juga dapat digunakan untuk menyampaikan laporan barang hilang maupun kondisi darurat medis. Laporan yang masuk akan diteruskan kepada command center sehingga dapat segera ditindaklanjuti petugas di lapangan.

Gus Ipul menegaskan, pemanfaatan teknologi dalam proses registrasi dan pemantauan peserta membuat seluruh rangkaian kegiatan tercatat secara sistematis dan transparan.

“Bahkan kita sudah melibatkan teknologi. Jadi nggak ada yang bisa ngibul, nggak ada yang bisa main-main. Setiap pendaftaran, kegiatan, sudah terekam semua. Sebelum peserta berangkat kita juga sudah tahu nama-nama peserta yang sudah ditetapkan secara resmi,” tegasnya.

Dia berharap keberadaan sistem kontrol digital tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi seluruh peserta Muktamar ke-35 NU, terutama dalam aspek pelayanan, keamanan, serta kecepatan penanganan persoalan.

“Saya kira ini hal yang baru yang patut kita syukuri, dan mudah-mudahan dengan adanya command center yang seperti ini memudahkan layanan, cepat mengatasi masalah, dan sekaligus segera bisa memberikan jalan keluar,” ujar Gus Ipul.

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 970/PB.02/A.I.01.47/99/08/2026 tertanggal 23 Agustus 2026 yang mengatur jadwal pelaksanaan dan materi Muktamar ke-35 NU.

Berdasarkan surat edaran tersebut, rangkaian Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mulai 26 hingga 31 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan mencakup registrasi dan pembukaan resmi pada 26–27 Agustus 2026, dilanjutkan sidang pleno dan Bahtsul Masail pada 28–29 Agustus 2026.

Agenda pemilihan kepemimpinan PBNU dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026. Selanjutnya, penutupan dan konferensi pers dijadwalkan pada Ahad, 30 Agustus 2026 pukul 10.15 WIB di Ruang Pleno Halaman Gedung Serbaguna (GSG).

Penerapan sistem digital terintegrasi tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.(Sya)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu lingkungan hidup, hukum dan kriminal, sosial, politik, dan peristiwa terkini di Kabupaten/Kota Mojokerto, dan Jombang.