Ini Alasan 330 Ribu Mahasiswa Kuliah di Malang, Menurut Sosiolog UMM

Kota Malang, blok-A.com – Ratusan calon mahasiswa datang dan menuntut ilmu di Kota Malang, pasti bukan tanpa alasan. Tercatat, ada sekitar 330 ribu mahasiswa yang berkuliah di Universitas unggul di Kota Apel tersebut. UMM, UB, UM, dan kampus lainnya merupakan target dari calon mahasiswa yang berasal dari luar kota. Lantas apa alasannya? Begini tanggapan dari sosiolog.

blok-A.com mencoba untuk menghubungi salah satu sosiolog yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang. Ia pun berbaik hati untuk memberikan tanggapannya, terkait membludaknya calon mahasiswa yang datang ke Malang.

Sosiolog UMM, Luluk Dwi Kumalasari,MSi menjelaskan alasan mengapa calon mahasiswa luar kota itu, memilih Kota Malang menjadi tempatnya menimba ilmu.

“Datangnya calon mahasiswa sebanyak itu memang rutinitas tahunan ya. Itu semua tidak terlepas dari daya tarik Kota Malang itu sendiri,” ucapnya pada Kamis, (01/08/2022)

“Malang terkenal dengan kampus berpredikat unggul, belum lagi udarnya yang sejuk, membuat para mahasiswa baru betah disini. Selain itu juga, disini banyak tempat rekreasi ,nongkrong, dan lain lain. Kota Malang juga kota yang aman dan kreatif,” tambahnya.

Menurut Luluk, banyak mahasiswa baru datang ke Kota Malang karena ketertarikannya pada kota ini. Selain itu, Luluk juga menjelaskan dampak apa saja yang timbul, atas hadirnya ratusan maba itu.

“Setelah berjuang melawan covid-19, hadirnya mahasiswa baru, bisa menghidupkan kembali perkonomian di Kota Malang. Apalagi, banyak sekali pedagang, UMKM, kos-kosan, meraup untung dari sana,” ucap Luluk pada wartawan blok-A.com .

Tidak hanya menimbulkan keuntungan bagi para pedagang, hadirnya mahasiswa baru pastinya bisa memadati Kota Malang hingga kemacetan.

“Datangnya maba itu, pastinya memadati Kota Malang ya dan menimbulkan kemacetan. Terlepas itu, lahan semakin sempit dan bisa menimbulkan masalah lingkungan,” ucap luluk.

Sebagi informasi, Luluk menginginkan untuk para mahasiswa baru, bisa menciptakan keamanan dan kenyamanan di Kota Malang. Ia berpendapat bahwa pemerintah juga perlu mengkomunikasikan dan membuat kebijakan, terkait mahasiswa baru yang datang ke Kota Malang, demi menghindari permasalahan yang tidak diinginkan.
(mg1/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com