Cara FISIP Unmer Malang Buat Skripsi Mahasiswa-nya Tidak Plagiat

Kota Malang, blok-a.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Merdeka (Unmer) Malang memastikan hasil skripsi lulusannya tidak plagiat.

Kepastian tidak plagiat itu ditunjukkan dengan 209 mahasiswa FISIP Unmer Malang yang mengikuti yudisium, Selasa (28/2/2023)

Dekan FISIP Unmer Malang, Dr. Yuntawati Fristin, S. Sos, M. AB membenarkan bahwa hasil skripsi itu tidak plagiat.

Sebab Fristin mengaku cukup ketat memang pada tahun ini untuk masalah plagiat skripsi kepada mahasiswa FISIP Unmer tahun ini.

Setiap mahasiswa hasil skripsnya akan dicek di turnitin.

Turnitin sendiri adalah website untuk mengecek plagiasi hasil karya ilmiah.

“Sesuai SK Rektor tahun 2021 karya ilmiah itu harus tidak plagiasi. Dan semua mahasiswa itu sudah menggunakan turnitin,” kata dia seusai yudisium FISIP Unmer Malang, Selasa (28/2/2023).

Mahasiswa FISIP Unmer saat yudisium hari ini, Selasa (28/2/2023) (blok-a/bob)

Untuk penggunaan Turnitin itu sendiri hasil karya mahasiswa maksimal plagiatnya harus 25 persen.

Jika melebihi 25 persen, mahasiswa FISIP Unmer harus mengulangi pada semester selanjutnya.

Dengan sistem yang ketat ini wajar jika dalam yudisium kali ini hanya, kata Fristin hanya setengah dari seluruh angkatan yang mengikuti.

“Ini hanya setengah angkatan yang ikut. Misalnya Administrasi bisnis itu ada 80 mahasiswa yang ikut 40. Lalu ilmu komunikasi juga separuh,” ujarnya.

Bahkan untuk mengantisipasi adanya praktik plagiat atau menggunakan jasa joki skripsi, Fristin mengatakan bahwa setiap mahasiswa diwajibkan melampirkan kuisioner, google form hingga izin dari perusahaan tempat mahasiswa menggali data untuk membuat karya ilmiah.

Selain itu, pihaknya juga telah menegaskan pada setiap dosen untuk jeli mengoreksi karya ilmiah mahasiswa FISIP Unmer yang mengikuti yudisium agar bersih dari plagiasi atau joki skripsi.

“Kami pastikan lulusan kali ini insyaallah tidak ada yang plagiasi dan bahkan (menggunakan) joki skripsi. Karena ada pembuktiannya seperti membuktikan lokasi penelitian, kuisioner hingga olah data yang dilampirkan,” tuturnya.

Sementara itu, Helda Vika Veranttis, mahasiswa S1 Administrasi Bisnis Unmer menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3,93. Mahasiswa asal Nganjuk itu mengaku bersyukur usai didapuk menjadi lulusan terbaik FISIP Unmer Malang.

Membuat karya ilmiah menurutnya memang menjadi tantangan terberat baginya dalam menyelesaikan pendidikan di Unmer Malang.

“Tapi saya termotivasi dengan kerja keras dan dukungan ibu saya yang meminta melanjutkan pendidikan ini. Karena ayah meninggal saat saya mau masuk kuliah,” ujarnya.

“Setelah lulus ini, saya ingin melanjutkan lagi (S2) sambil bekerja,” tandasnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com