Beda Dugaan Penyebab Tragedi Kanjuruhan antara Jokowi dan KontraS

tragedi kanjuruhan, stadion kanjuruhan, arema, persebaya, aremania, bonekmania, kerusuhan suporter, suporter bola, bentrok suporter, BRI Liga 1, korban jiwa
Tragedi Kanjuruhan saat pertandingan Arema vs Persebaya (blok-A.com/Defrico)

blok-A.com – Dugaan penyebab tewasnya ratusan orang dalam tragedi kelam Kanjuruhan, muncul dari sudut pandang yang berbeda-beda. Perbedaan dugaan tersebut dialami oleh Presiden Joko Widodo dan KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan).

Seperti diketahui, Tragedi Kanjuruhan merupakan peristiwa kelam dalam dunia sepakbola karena mengakibatkan 131 orang tewas. Bahkan tragedi ini tercatat sebagai peristiwa sepak bola paling mematikan ke-2 di dunia.

Setelah muncul tragedi kematian massal ini, banyak masyarakat Indonesia hingga mancanegara yang turut berduka. Tak sedikit juga dari mereka yang melontarkan opini-opini terkait dugaan penyebab tewasnya Aremania.

Kebanyakan masyarakat menduga bahwa penyebab tewasnya Aremania diakibatkan oleh kelalaian serta kesalahan aparat kepolisian dalam mengambil keputusan yaitu dengan menembakkan gas air mata.

Keberadaan gas air mata ini diduga kuat menjadi salah satu penyebab tewasnya Aremania karna kandungannya yang berbahaya bagi kesehatan terutama pernapasan.

Namun ada juga yang menyebutkan bahwa, kematian Aremania ini diakibatkan oleh pintu yang terkunci sehingga Aremania berdesakan tak bisa keluar dari tribun. Akibatnya mereka pun sesak nafas dan kehabisan oksigen.

Perbedaan pendapat mengenai dugaan penyebab tewasnya Aremania juga terjadi pada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Federasi KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan).

Dugaan Penyebab Tragedi Kanjuruhan Menurut Jokowi

Setelah mengunjungi TKP, Stadion Kanjuruhan pada Rabu (5/10/2022), Jokowi mengatakan penyebab utamanya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam. Selain itu ada kepanikan penonton saat tragedi itu berlangsung.

“Sebagai gambaran saya lihat tadi problemnya ada di pintu yang terkunci, dan juga tangga yang terlalu tajam ditambah kepanikan yang ada,” kata dia di hadapan awak media, Rabu (5/10/2022).

Namun dugaan Jokowi itu hanya diperolehnya saat melakukan pemantauan di Stadion Kanjuruhan. Untuk kepastian penyebab tragedi itu terjadi akan disimpulkan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

“Tapi, itu (dugaan penyebabnya) saya hanya melihat lapangannya, tetapi nanti semuanya disimpulkan oleh tim gabungan independen pencari fakta,” bebernya.

Dugaan Penyebab Tragedi Menurut KontraS

Berbeda dengan Jokowi yang menduga penyebab berasal dari kepanikan, Koordinator Federasi Kontras, Andi Irfan, menduga ada kelalaian dari panitia pelaksana dan tindakan berlebihan dari aparat kepolisian yang menyebabkan Tragedi Kelam Kanjuruhan memakan hingga ratusan korban jiwa.

“Ada kelalaian karena jumlah penonton melebihi kapasitas, ditambah tindakan berlebihan kepolisian,” kata Andi di Malang, Senin (3/10/2022).

Menurut KontraS, kelalaian dari panitia pelaksana adalah tak kunjung membuka intu di gate 13 saat pertandingan Arema lawan Persebaya berakhir. Akibatnya, banyak penonton terjebak di dalam stadion begitu terjadi kekacauan.

Selain itu, KontraS juga menyalahkan aparat kepolisian karena melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) yaitu dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

“Ada kelalaian karena jumlah penonton melebihi kapasitas, ditambah tindakan berlebihan kepolisian. Tembakan gas air mata jadi sumber utama jatuhnya banyak korban jiwa,” ujar Andi.

(hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com