Kota Malang, blok-A.com – Adanya simpang siur data korban Kanjuruhan, Walikota Malang, Sutiaji membantah tidak ada manupulasi data korban tragedi Kanjuruhan, Rabu (5/10/2022).
Adanya simpang siur jumlah korban Kanjuruhan, Walikota Malang, Sutiaji menagnggapi hal tersebut. Sutiaji menyebut tidak ada manipulasi data jumlah korban tragedi Kanjuruhan.
“Jadi sekali lagi ini tidak ada permainan ya, ini tidak ada manipulasi data,” paparnya saat ditemui blok-A.com.
Suatiji menjelaskan adanya simpang siur diduga dari adanya data yang dobel, seperti satu orang korban yang namanya ditulis dobel.
“Data itu berkembang terus, ada yang satu orang katakan namanya Dwi Fitriati, Dwi dilaporkan sendiri Futriati sendiri sehingga dobel,” tutur Sutiaji.
Ia juga menyebutkan, dugaan korban dobel bisa terjadi karena korban yang meninggal yang di pindah ke rumah sakit yang berba.
“Ada juga yang di rumah sakit A jumlahnya ini digeser jenazahnya ternyata juga bisa jadi dobel,” jelasnya.

Diakhir, Sutiaji menegaskan data terkini pada Tanggal 5 Oktober 2022 pukul 9.47 Pagi, sementara di Kota Malang terdata sebanyak 33 korban yang meninggal dunia atas tragedi Kanjuruhan.
“Meninggal masih tetap 33 korban,” pungkasnya.
Terpisah, informasi yang didapat dari posko pusat Pemkot Malang perhari ini sebanyak 33 Korban yang meninggal dunia. Tersebar dari 5 kecamatan yakni, sebanyak 6 korban di Kecamatan Lowokwaru, 4 korban di Kecamatan Sukun, 10 korban di Kecamatan Kedungkandang, 7 korban di Kecamatan Klojen, dan 6 korban di Kecamatan Blimbing.
Sedangkan korban yang masih mendapatkan perawatan sebanyak 18 orang yang tersebar di beberapa rumah sakit kota Malang. 18 korban tersebut tersebar di 4 kecamatan kota Malang antara lain, 7 korban di Kecamatan Klojen, 3 korban di Kecamatan Blimbing, 3 korban di Kecamatan Lowokwaru, 5 korban di Kecamatan Sukun.
(mg2/ptu)










Balas