Komisi B DPRD Kota Malang Bakal Ajukan Gagasan Digitalisasi Pasar Besar untuk Pedagang Minggu Depan

Pasar Besar Malang nampak depan (blok-a/Widya Amalia)
Pasar Besar Malang nampak depan (blok-a/Widya Amalia)

Kota Malang, Blok-a.com – Usai viral di media sosial soal pedagang baju di Pasar Besar Kota Malang yang mengeluh sepinya pembeli akhirnya menuai banyak respon dari berbagai pihak. Salah satunya Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Pihaknya menyebut akan mengajukan gagasan digitalisasi Pasar Besar minggu depan.

“Ketika ada apa namanya ide muncul gagasan muncul dari pedagang, kami akan bisa lakukan koordinasi secepat mungkin. Minggu depan akan kami sampaikan,” beber Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi, pada (12/9).

Pihaknya menyebut, gagasan tersebut mencangkup perbaikan Pasar Besar Kota Malang, pelatihan pedagang, hingga digitalisasi. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) untuk melakukan pelatihan marketing digital pada pedagang.

“Apa yang dibutuhkan, kalau pelatihan ya (kami sediakan) pelatihan. Marketing digital melalui digital di diskondag,” bebernya.

Untuk fenomena turunnya omzet hingga lebih dari 50 persen di pasar besar, Arief menyebut tidak hanya disebabkan oleh TikTok semata. Dia menilai memang pasar besar masih kurang layak saat ini.

Digitalisasi pasar, lanjut dia, sangat memungkinkan untuk direalisasikan. Pasalnya, selama ini berjualan online tidak bisa dilihat secara langsung bagaimana kondisi barangnya. Memang, digitalisasi tidak bisa terhindarkan.

Menanggapi soal usulan pasar menjadi tempat wisata, pihaknya mengatakan sangat memungkinkan. Contohnya adalah pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang.

“Sangat memungkinkan, contohnya orang kan datang di pasar Oro Oro Dowo, makan di sana, tidak di restoran. Tempat berjualan juga bersih. Kalau pasar besar memang belum layak, Langkah pertama dibangun dulu, harus baik harus indah harus bersih,” bebernya.

Pihaknya meyakini, bahwa Pasar Besar Kota Malang juga memiliki potensi yang sama. Namun, masih terkendala berbagai fasilitas yang kurang memadai.

“Jualan makanan di pasar besar enak-enak kok, tapi orang masih belum ada yang mau masuk,” paparnya.

Meski demikian, dia berpesan kepada para pedagang untuk tidak patah semangat. Selalu ada jalan untuk mengatasi hal tersebut. Pihaknya menyebut siap memfasilitasi berbagai pelatihan untuk para pedagang.

Jangan merasa kalah dengan apa yang sudah ada, harus berani bersaing, yang jelas kami siap memfasilitasi pelatihan,” tegasnya. (mg2/)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?