Jalan rusak di Dusun Semanding Desa Banggle Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, ditanami pohon pisang oleh warga setempat, Selasa (27/06/2023) malam. (Fajar/blok-a.com)
Jalan rusak di Dusun Semanding Desa Banggle Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, ditanami pohon pisang oleh warga setempat, Selasa (27/06/2023) malam. (Fajar/blok-a.com)

Kesal Janji Tak Ditepati, Warga Kanigoro Blitar Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

Blitar, blok-a.com – Warga Dusun Semanding, Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, menggelar aksi tanam pohon pisang di tengah jalan rusak, Selasa (27/06/2023) malam.

Aksi warga tersebut sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Kabupaten Blitar, karena tidak kunjung menepati janji untuk memperbaiki jalan penghubung utama Dusun Semanding, Koripan dan Dusun Pakel.

Aksi warga Dusun Semanding ini, merupakan yang kedua kalinya dilakukan, sejak dua bulan terakhir.

Pada aksi pertama, warga dijanjikan bahwa dalam satu bulan jalan rusak itu segera diperbaiki Pemkab Blitar.

Namun, janji tersebut tidak ditepati, sehingga warga melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan untuk kedua kalinya.

Mulyono, warga Dusun Semanding Desa Banggle mengatakan, jalan rusak sepanjang sekitar 1 kilometer tersebut, sudah satu tahun tidak diperbaiki.

Imbasnya, banyak kendaraan warga mengalami kerusakan saat melintasi jalanan tersebut.

“Aksi ini yang kedua kalinya, karena saat aksi pertama Pemkab Blitar janji akan memperbaiki. Namun sampai saat ini belum juga diperbaiki. Akhirnya kami menanam pisang lagi,” kata Mulyono, Rabu (28/6/2023).

Lebih lanjut Mulyono menyampaikan, warga berharap Pemerintah Kabupaten Blitar segera melakukan tindakan nyata. Agar jalan dapat dipergunakan dengan lancar, tidak hanya mengobral janji.

“Secepatnya jalan ini segera diperbaiki, karena jalan ini termasuk ramai. Jalan ini penghubung antara Dusun Koripan, Semanding, dan Dusun Pakel,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika aksi ini tidak ditanggapi, warga mengancam akan menutup total akses jalan, agar tidak menambah kerusakan.

“Dengan semakin rusaknya jalan, dapat mengganggu aktivitas warga,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Blitar belum bisa dikonfirmasi. (jar/lio)