Bakesbangpol Kota Malang Mulai Pantau Pengibaran Bendera One Piece

Scene dalam serial anime, Karakter Monkey D. Luffy mengibarkan bendera Jolly Roger (dok: Pinterest)
Scene dalam serial anime, Karakter Monkey D. Luffy mengibarkan bendera Jolly Roger (dok: Pinterest)

Kota Malang, blok-a.comPengibaran bendera One Piece yang menampilkan simbol tengkorak berkepala topi jerami berwarna coklat itu sempat terekam di beberapa wilayah Indonesia. Aksi tersebut menuai sorotan karena terjadi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI. Menkopolhukam Budi Gunawan bahkan menilainya sebagai bentuk provokasi yang berpotensi menurunkan martabat bendera merah putih.

“Sebagai bangsa besar yang menghargai sejarah, sepatutnya kita semua menahan diri untuk tidak memprovokasi dengan simbol-simbol yang tidak relevan dengan perjuangan bangsa,” kata Budi Gunawan, Jumat (1/8/2025) lalu.

Menanggapi fenomena tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Alie Mulyanto menegaskan pihaknya akan tetap siaga dan melakukan pemantauan di lapangan. Jika nantinya ditemukan kasus pengibaran bendera One Piece di wilayah Kota Malang, pihaknya akan mengambil langkah sesuai prosedur.

“Jadi ini tetap menjadi perhatian kami. Tetapi kalau misalnya ada, yang harus dilakukan cukup difoto kejadiannya dan tempatnya di mana, lalu dilaporkan ke kami,” kata Alie.

Alie menjelaskan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang belum menemukan kasus serupa. Meski begitu, pengawasan tetap diperketat di seluruh penjuru kota.

“Sejauh ini belum ada temuan dari tim kami,” ujarnya.

Menurut Alie, pihaknya tidak akan gegabah dalam menindak laporan masyarakat. Setiap temuan akan dilaporkan ke pimpinan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk diputuskan langkah selanjutnya.

“(Keputusan menunggu pimpinan) karena ini menyangkut hal urgen,” tutupnya.

Bendera One Piece, yang merupakan representasi kelompok bajak laut fiksi dalam serial manga dan anime asal Jepang, didesain dengan latar belakang hitam dan tengkorak putih mengenakan topi jerami. Kemunculannya dalam konteks peringatan kemerdekaan dinilai sebagian pihak tidak sejalan dengan nilai-nilai nasionalisme. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com