Malang, Blok-a.com – Arema FC genap berusia 39 tahun hari ini, Selasa (11/8/2026). Perayaan tahun ini kembali membawa nuansa biru ke berbagai sudut Malang Raya.
Namun, di balik perayaan tersebut, ada sejumlah fakta menarik tentang Singo Edan yang sedang menjadi perhatian. Mulai dari tema HUT ke-39, makna julukan Singo Edan, tradisi yang terus dijaga, hingga perubahan besar pada skuad untuk menghadapi musim 2026/2027.
Tema HUT ke-39 Arema FC
Tahun ini, Arema FC mengusung tema “TH39REATNESS” , permainan kata dari The Greatness yang dipadukan dengan angka 39 sesuai usia klub.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan tema tersebut bukan sekadar slogan ulang tahun. Menurutnya, TH39REATNESS menjadi pengingat bagi klub untuk terus belajar, berproses, dan melakukan pembenahan.
“Komitmen untuk terus berproses dan berupaya memberikan yang terbaik,” ujar Yusrinal dalam keterangan resmi Arema FC, 11 Juli 2026.
Ia menambahkan, esensi dari tema tersebut adalah kerendahan hati klub untuk terus berbenah lewat delapan pilar ikhtiar yang bertepatan dengan bulan kelahiran Singo Edan. Delapan pilar itu, di antaranya:
- Menghargai jejak sejarah sejak Arema berdiri pada 11 Agustus 1987.
- Mempertahankan eksistensi di kasta kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia.
- Memperkuat organisasi agar klub memiliki fondasi yang sehat dan berkelanjutan.
- Menjaga nilai-nilai kemasyarakatan, ketentraman, dan persaudaraan.
- Membangun loyalitas bersama Aremania dan Aremanita.
- Menjaga kehormatan identitas Malang Raya.
- Menyebarkan inovasi melalui teknologi dan manajemen modern.
- Menceritakan pelatihan talenta masa depan melalui pemain-pemain muda.
Dengan delapan pilar tersebut, usia 39 tahun tidak diposisikan sebagai tanda bahwa Arema sudah berada di puncak. Sebaliknya, klub menjadikannya sebagai momentum untuk terus berbenah.
Luruskan Kembali Julukan Singo Edan
Menariknya, julukan Singo Edan yang selama ini melekat pada Arema ternyata punya akar budaya yang lebih dalam dari sekedar nama tim. Ki Suroso, maestro seni Tari Topeng Malangan sekaligus Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Malang, menjelaskan simbol singa sebenarnya berkaitan dengan Singa Murti, sebuah simbol yang berkembang sejak era Kerajaan Singosari.
Ia juga membaca makna kata “edan” yang sering disalahpahami.
“Edan itu bukan gendeng atau gila, tapi edan itu hebat,” kata Ki Suroso, dikutip dari Kabarbaik.co, Selasa (11/8/2026).
Berkah HUT Arema, Pedagang Atribut di Kota Malang Raup Cuan hingga 200 Jersey Sehari
Tradisi HUT Arema FC se-Malang Raya
Menjelang HUT ke-39, manajemen Arema FC kembali mengajak masyarakat Malang Raya mengenakan jersey maupun atribut berwarna biru pada 11 Agustus.
Manajemen sebelumnya mengirimkan surat kepada tiga kepala daerah, yakni Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Pemerintah Kota Batu. Surat tersebut berisi permohonan agar pemerintah daerah ikut mengimbau masyarakat dan pegawai di lingkungannya untuk mengenakan atribut Arema.
Tanggapan positif datang dari pemerintah daerah, baik di kota maupun Kabupaten Malang. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Bupati Sanusi mengimbau ASN di lingkungan Pemkot Malang mengenakan atribut Arema FC pada 11 Agustus. Pelajar juga diperbolehkan ikut mengenakan jersey, meski sifatnya berupa imbauan dan bukan kewajiban.
Tradisi tersebut membuat perayaan ulang tahun Arema tidak hanya berlangsung di lingkungan klub, tetapi ikut terasa di ruang publik Malang Raya.
Selain meramaikan HUT dengan atribut biru, Arema FC juga memiliki tradisi doa bersama dan khataman Al-Qur’an.
Sehari sebelum puncak HUT, Senin (10/8/2026), diadakan kegiatan khataman dan tahlil yang melibatkan warga sekitar Kandang Singa, Jl. Mayjend Pandjaitan, Penanggungan, Klojen, anak-anak yatim piatu, Aremania, serta para ustaz.
Doa juga dipanjatkan bagi para korban Tragedi Kanjuruhan, pendiri Arema, serta jajaran pelatih dan pengurus klub yang telah wafat.
Persiapan Tim Arema FC
Di sisi lain, momentum HUT tahun ini juga berbarengan dengan proses transformasi besar-besaran di tubuh tim. Di bawah Arah pelatih asal Brasil, Marcos Santos, Arema FC mendatangkan sebelas pemain asing baru sekaligus melepas 16 pemain lama sebagai bagian dari evaluasi dan perampingan skuad. Total ada 34 pemain yang kini terikat kontrak untuk menghadapi musim 2026/2027, termasuk sepuluh rekrutan anyar yang terdiri dari empat pemain asing dan enam pemain lokal.
Sebagai bagian dari pemanasan jelang musim baru, Arema FC lebih dulu tampil di ajang Piala Presiden 2026 dan melaju hingga babak semifinal, sebelum akhirnya mengakhiri turnamen di peringkat keempat usai kalah 1-3 dari Persija Jakarta pada laga perebutan tempat ketiga, Kamis (6/8/2026) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Kini, fokus tim mulai beralih sepenuhnya untuk mempersiapkan laga perdana kompetisi resmi Liga Super 2026/2027, yang dijadwalkan berlangsung Jumat, 4 September 2026. (mg1/ova)
Penulis: Ainul Ma’arif Al Mashuri (mahasiswa magang STMIK Pradnya Paramitha Malang)










Balas