Jember, Blok-a.com – Masalah ketahanan dan kedaulatan pangan menjadi salah satu poin krusial yang diamanatkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan menjelang HUT ke-81 RI. Menjawab tantangan besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember memaparkan draf keberhasilan sekaligus kesiapan strategi sektor pertanian daerah dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jember yang berlangsung pada Jumat (14/8/2026). Pemkab Jember mengonfirmasi bahwa posisi bumi Pandhalungan sebagai lumbung pangan utama di Jawa Timur tetap berada dalam status aman dan kokoh.
Berdasarkan data prognosis pertanian yang dihimpun dinas terkait, volume produksi padi dan beras Kabupaten Jember pada tahun komitmen 2025 kembali menempatkan daerah ini ke dalam jajaran tiga besar kabupaten produsen pangan tertinggi di tingkat Provinsi Jawa Timur. Capaian swasembada ini menempatkan Jember sebagai wilayah strategis penopang stok cadangan beras nasional.
Namun, Gus Fawait mengingatkan bahwa draf keberhasilan di atas kertas ini tidak boleh membuat jajaran Dinas Pertanian dan para penyuluh lapangan terlena, mengingat ancaman perubahan iklim yang ekstrem masih membayangi.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi terjadinya fenomena cuaca El Nino atau kekeringan berkepanjangan pada paruh kedua tahun 2026, Pemkab Jember telah menyusun cetak biru (blueprint) mitigasi risiko pertanian secara terintegrasi.
Strategi yang disiapkan tidak hanya mengandalkan pendekatan teknis konvensional, tetapi juga melibatkan operasi penguatan infrastruktur pengairan secara masif. Mulai dari normalisasi jaringan irigasi primer hingga pengadaan pompa air berbasis energi terbarukan di kawasan sawah tadah hujan.
“Terkait ketahanan pangan, pesan Bapak Presiden sangat tegas bahwa pangan adalah urusan hidup matinya sebuah bangsa. Alhamdulillah, untuk Jember posisi produksi kita sangat aman dan terus bertahan di jajaran tiga besar Jawa Timur. Namun, kita harus bersiap menghadapi tantangan cuaca ke depan. Pemkab Jember terus melakukan optimalisasi lahan pertanian dan penguatan infrastruktur pengairan. Kalaupun kita akan menghadapi tantangan cuaca El Nino dan lain sebagainya dalam beberapa waktu ke depan, saya sangat yakin dan optimistis bahwa Jember bisa jauh lebih siap dibanding tahun-tahun sebelum-sebelumnya,” rinci Gus Fawait.
Kelancaran eksekusi strategi mitigasi pangan di Jember ini juga didukung oleh pola kolaborasi yang kuat bersama unsur TNI dan Polri. Melalui program pendampingan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) di setiap desa pertanian.
Aparat keamanan diterjunkan langsung untuk mengawal kelancaran distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran, mencegah aksi penimbunan oleh spekulan, serta membantu petani dalam bergotong-royong membersihkan saluran tersier yang mampet.
Melalui kesiapan infrastruktur dan pengondisian logistik yang matang, Pemkab Jember optimistis dapat menjaga stabilitas harga beras di tingkat pasar domestik sekaligus mengamankan tingkat kesejahteraan pendapatan para petani lokal.
Gus Fawait menegaskan bahwa sektor agraris akan tetap menjadi pilar utama penopang ekonomi Jember. Dengan menjaga produktivitas lahan tetap tinggi, Jember tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan perut warganya sendiri, melainkan ikut berkontribusi nyata dalam mewujudkan cita-cita besar Presiden Prabowo membawa Indonesia menjadi negara yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan di kancah global. (rio)










Balas