5 Fakta Kasus Siswi SD di Jaksel Tewas Usai Jatuh dari Lantai 4 Gedung Sekolah

Blok-a.com – Seorang siswi sekolah dasar (SD) berinisial SR tewas usai jatuh dari lantai empat gedung sekolahnya di kawasan Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel).

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Selasa (26/9/2023) sekitar pukul 08.00 WIB. Insiden jatuhnya siswi SR ini terekam dalam video amatir dan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat korban yang mengenakan seragam merah putih tergeletak di lapangan sekolahnya dengan dikerumuni oleh warga sekolah.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, pihak sekolah langsung membawa korban ke RS Fatmawati untuk dilakukan perawatan. Namun, nyawa korban sudah tidak bisa tertolong.

Dirangkum Blok-a.com, Rabu (27/9/2023), berikut deretan fakta soal tewasnya siswi SD di Pesanggrahan, Jaksel.

1. Diduga Bukan Aksi Bunuh Diri

Kapolsek Pesanggrahan Kompol Tedjo Asmoro menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban sedang bermain dengan teman-teman sekelas di pilar lantai 4 gedung sekolah.

Tedjo pun menegaskan terjatuhnya korban dari lantai 4 gedung sekolah ke lantai dasar itu bukanlah aksi bunuh diri. Hal ini dikuatkan dengan pengakuan guru yang menyaksikan peristiwa tersebut.

“Lagi main-main di pilar terjatuh. Iya bukan bunuh diri. Kan ada yang lihat juga posisi dia di situ dari gurunya,” ujar Tedjo dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (27/0/2023).

2. Polisi Selidiki Dugaan Bullying

Mencuat dugaan korban dirundung alias dibully. Terkait hal tersebut, polisi mengaku masih mendalaminya. Hal itu diungkap Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pesanggrahan, Iptu Purwaditya.

“Iya lagi kami usut untuk kebenarannya (dugaan perundungan),” ujar Purwaditya.

3. Teman – Guru Diperiksa

Atas kejadian ini, polisi melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi yang diantaranya adalah dua guru dan dua siswa. Selain memeriksa para saksi, petugas juga mengamankan rekaman CCTV di area lokasi kejadian

“Jadi dari kami telah melakukan pemeriksaan sebanyak empat orang. Dua dari murid dan dua dari gurunya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro

“Kami juga mendapatkan CCTV yang ada kaitannya dengan kejadian tersebut. Saat ini Polres Jakarta Selatan masih mendalami peristiwa ini dan akan mencari tahu motif yang bersangkutan melakukan peristiwa ini,” sambungnya.

4. Hasil CCTV Sebut Korban Sengaja Lompat

Berdasarkan hasil rekaman CCTV, pihak kepolisian menyebut bahwa korban terjatuh karena sengaja melompat, bukan karena terpeleset.

Dugaan ini dikuatkan usai petugas menemukan barang bukti berupa kursi yang diduga digunakan korban untuk melompat. Kendati demikian, pihak kepolisian belum mengetahui apa motif korban melakukan hal tersebut.

“Jadi kami mendapatkan di TKP ada barang bukti berupa tempat duduk yang mana digunakan yang bersangkutan memanjat dan melompat. Kami juga mendapatkan CCTV yang ada kaitannya dengan kejadian tersebut,” ungkap AKBP Bintoro.

5. Dinas Pendidikan Turun Tangan

Atas kejadian ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan bersedia membantu seluruh proses pengurusan jenazah di Rumah Sakit hingga pemakaman.

“Mau dibawa pulang, kemudian mau dimakamkan. Namanya bantu itu bisa materil, moril, segala macam, yang jelas tim kami sudah di sana,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo.

Selanjutnya, Disdik DKI Jakarta akan melakukan pendampingan dan pembinaan kepada para siswa sebagai langkah preventif pemulihan kesehatan mental.

Pendampingan tersebut nantinya akan dilakukan bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

(hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com