Andhi Pramono Gratifikasi
Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono (foto: DetikFinance)

4 Fakta Penetapan Andhi Pramono Sebagai Tersangka Gratifikasi

Blok-a.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono (AP) sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi.

Saat ini, KPK telah mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait penerimaan dugaan gratifikasi oleh Andhi Pramono. Oleh karenanya, KPK meningkatkan status temuan Andhi Pramono dari tingkat penyelidikan ke tahap penyidikan.

Berikut deretan fakta-fakta terkait penetapan Andhi Pramono sebagai tersangka gratifikasi.

1. Awal Mula Dugaan Gratifikasi

Dugaan gratifikasi ini bermula saat Andhi Pramono memamerkan gaya hidup mewah di media sosial. Hal itu seiring dengan ramainya pemberitaan soal kekayaan Rafael Alun Trisambodo yang mencuat usai kasus penganiayaan yang dilakukan anaknya Mario Dandy Satriyo.

Bukan hanya dirinya, keluarga Andhi juga bahlan turut menjadi sorotan, lantaran anaknya sering pamer harta dengan mengunggah barang-barang bermerek mahal di media sosial.

Selain itu, foto rumah Andhi yang terlihat seperti istana juga kerap wara-wiri di media sosial, hingga membuat warganet bertanya-tanya mengenai asal-usul harta pria tersebut.

2. Rumah Andhi Digeledah KPK

Hingga kini, KPK masih melakukan pencarian alat bukti dalam kasus gratifikasi tersebut. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara bidang penindakan KPK, Ali Fikri, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (15/5/2023).

Salah satu pencarian alat bukti dilakukan dengan menggeledah rumah Andhi di Perumahan Legenda Wisata Cibubur, Gunung Putri, Bogor pada Jumat (12/5/2023). Sejumlah dokumen terkait ditemukan di sana.

“Di rumah tersebut, tim penyidik menemukan dan mengamankan bukti, seperti berbagai dokumen dan alat elektronik,” ungkap Ali.

3. Dicurigai Sejak Lama Oleh PPATK

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebelumnya sempat menyebut adanya transaksi dalam jumlah besar yang dilakukan oleh Andhi Pramono.

Bahkan, ia mengatakan transaksi yang dilakukan oleh Andhi Pramono tersebut bisa dibandingkan dengan milik Rafael Alun Trisambodo

“Sejak awal 2022 lalu, sudah setahun lalu (dilaporkan). Karena ada indikasi itu makanya kami serahkan,” kata Ivan saat dimintai konfirmasi, Kamis (9/3/2023).

4. Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

Dalam kasus ini, Andhi juga sudah dicegah ke luar negeri selama enam bulan. KPK bisa menambah larangan ke luar negeri itu jika dibutuhkan penyidik nanti.

“Cegah diajukan pada Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI sejak 12 Mei 2023 untuk periode pertama,” ujar juru bicara bidang penindakan KPK, Ali Fikri.

KPK berharap Andhi tidak melarikan diri ke luar negeri menggunakan jalur ilegal. Sikap kooperatif darinya dibutuhkan untuk kelancaran pemberkasan.

“KPK harapkan sikap kooperatif pihak yang dicegah tersebut agar tetap hadir ketika dipanggil tim penyidik,” lanjutnya.

(hen)