Nyanyian Ngeri Saksi Mafia Solar Pasuruan, Cokot Oknum APH

Sidang mafia solar ilegal di Pengadilan Negeri Pasuruan.
Sidang mafia solar ilegal di Pengadilan Negeri Pasuruan.

Pasuruan, blok-a.com – Saksi perkara pidana mafia solar ilegal subsidi ‘bernyanyi’. Nyanyian di Pengadilan Negeri Pasuruan dalam sidang lanjutan perkara ini bikin ngeri para pihak.

Terutama kesaksian M Abdilah. Saksi ini mengaku mengetahui bisnis solar ilegal bersubsidi yang dijalankan bosnya, terdakwa AW, owner PT Mitra Central Niaga (MCN).

Bahkan saksi Abdilah ini mengaku sering mendapat tugas dari AW untuk melayani oknum LSM dan wartawan yang datang minta jatah bulanan.

“Ada yang datang ke kantor sambil marah-marah. Ada juga yang telepon. Saya ditugasi bos AW untuk menemui mereka,” ungkap saksi Abdillah.

“Jumlah oknum LSM dan wartawan tersebut kurang lebih 300 orang. Mereka bukan hanya dari Pasuruan saja namun juga dari luar kota,” tuturnya.

Nah, di sini kesaksian Abdilah diluruskan terdakwa AW.

Saksi Abdilah mengatakan setiap bulan diberi uang oleh AW untuk melayani oknum wartawan dan LSM dengan nominal pengeluaran yang fantastis yakni Rp500 juta.

Dia mengatakan pembagian uang tutup mulut (bungkam,red) itu disesuaikan dengan kapasitas tiap oknum dan berbeda–beda.

“Ada yang diberi Rp500.000 hingga Rp6 juta per orang.
Saya masih menyimpan data oknum wartawan dan LSM plus fotonya yang menerima uang jatah per bulan itu,” bebernya di depan hakim.

Majelis hakim lantas menanyakan kepada terdakwa AW, apa benar. AW hanya meluruskan nominal uang yang dibagikan ke oknum LSM dan wartawan.

“Izin yang mulia, uang yang dikeluarkan tidak sampai nominal yang disebutkan oleh saksi M Abdillah. Per bulan hanya Rp400 juta,” ujar AW.

Terkait pengakuan Abdilah itu tim APH langsung melakukan investigasi lapangan untuk mencari info terkait pemberian jatah sesuai yang diungkap M Abdilah, seperti kepada oknum MM (48).

Oknum MM ini, kata Abdilah, ngaku LSM dan kenal AW karena sering menunjukkan foto bareng AW.

Menurut MM yang dikutip saksi bahwa bos AW pelit karena hanya memberi Rp100 ribu perbulan dan paling besar adalah Rp250 ribu.

Kata MM, AW selalu berkata selama ini atensi ke oknum penegak hukum yang paling besar, bahkan pernah minta TV Panasonic 42 inc berjumlah 3 unit, dengan imbalan agar tak ditangkap.

SH (40) oknum yang mengaku wartawan membenarkan ucapan MM, yang dikutip Abdilah.

Katanya AW selalu mengeluarkan kalimat congkak, “prei malaikat yang belum diatensi,” ungkap SH mengutip MM.

Sejumlah pihak melihat ada yang janggal dari pernyataan saksi M Abdilah, yang kemudian dibantah AW.

Diduga perbedaan nominal uang menurut saksi AW dan Abdilah, seolah disengaja untuk mengaburkan alur cerita.

Sebab di dalam isi BAP, keterangan saksi jelas menyebut per bulan AW bisa untung Rp660 juta, lalu kenapa Rp400 juta dibagikan ke oknum wartawan dan LSM.

“Artinya, keuntungan AW bersih tersisa Rp160 juta saja perbulan. Ini jelas sangat tidak masuk akal dan terkesan dibesar-besarkan atau untuk menutupi,” pungkas sumber blok-a.com yang hadir di sidang.(kim)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?