Sejumlah Parpol di Kota Batu Tolak Perubahan Dapil Pemilu 2024

img 20221217 wa0019
Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Batu Erfanudin.(Doi/blok-a.com)

Kota Batu, blok-a.com Rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu untuk mengubah Daerah Pilihan (Dapil) pada pemilu 2024 mendatang, direspons penolakan beberapa Partai Politik (Parpol).

Seperti diberitakan blok-a.com sebelumnya, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Batu Erfanudin mengatakan, empat dapil yang digunakan pada Pemilu sebelumnya akan mengalami perubahan.

Dapil yang dimaksud Erfanudin yakni, dapil 1 dan 2 di Kecamatan Batu, dapil 3 Kecamatan Junrejo dan dapil 4 Kecamatan Bumiaji.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto berpandangan lain. Menurut partainya, rencana perubahan dapil ini kurang pas, karena dilakukan menjelang Pemilu 2024.

“Seharusnya perubahan ini dilakukan setelah pemilu. Dapil Kecamatan Batu ini sudah pernah diubah di tahun 2018. Awalnya kecamatan Batu itu 1 dapil, kemudian dipecah menjadi 2 dapil. Masa mau berubah lagi tahun ini?,” keluh Erfanudin, Sabtu (17/12/2022).

Kendati demikian. Erfanudin menegaskan rencana perubahan Dapil ini masih akan melampaui uji publik perubahan yang akan dirampungkan pada akhir Desember 2022 ini.

”Kemungkinan akan berubah apabila mengacu pada regulasi. Untuk dapil 3 akan berada di Kecamatan Bumiaji dan dapil 4 diletakkan di Kecamatan Junrejo,” kata Erfanudin.

Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta Parpol, agar tidak ada kebingungan terhadap nama dapil yang berubah.

“Untuk uji publik sendiri nantinya juga bisa dimanfaatkan para peserta pemilu. Guna merespons penataan dapil tersebut karena sebelumnya peserta pemilu sudah memiliki basis suaranya masing- masing,” jelas dia.

KPU Kota Batu, lanjut Erfanudin, hanya akan melakukan pergeseran nama atau desa dalam dapil bukan melakukan pemecahan dapil.

“Selain itu, varian jumlah penduduk setiap desa yang berbeda juga harus dihitung dulu secara seksama,” terang Erfanudin.

Perubahan ini, masih kata dia, dimaksudkan untuk menekan tingginya kasus angka ketidakterwakilan suara di Kota Batu, mengingat rata-rata ada sekitar 7 ribu orang per dapil berdasarkan dari pemilu pada tahun-tahun sebelumnya. (doi/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?