Malang, Blok-a.com – Beredar video amatir menampilkan detik-detik warga mengevakuasi salah satu korban dugaan carok di lahan kebun Dusun Pujiombo, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Dalam video tampak beberapa warga berusaha menolong korban berinisial M (41), warga Desa Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Sumbermajing Wetan, Kabupaten Malang, yang meski masih hidup, tetapi dalam kondisi tubuh bersimbah darah.
Diketahui bahwa warga sempat memberikan minum terhadap M dan menanyakan siapa terduga pelaku yang tega melakukan pembacokan.
“Yang melakukan Edi Flores,” singkat M dalam rekaman video amatir warga.
Selanjutnya, korban dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan pertolongan. Namun naas, dalam perjalanan korban meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Muhammad Nur mengatakan bahwa peristiwa duel maut satu lawan satu atau istilah bahasa Madura yaitu carok, diketahui sekitar pukul 16.30 WIB , Sabtu (9/11/2024) sore kemarin.
“Kedua pria tersebut berinisial EP (52), warga Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, dan M (41), warga Desa Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Sumbermajing Wetan Kabupaten Malang,” kata AKP Nur saat dikonfirmasi awak media, Minggu (10/11/2024)
AKP Nur menjelaskan, peristiwa ini awalnya tidak diketahui oleh warga setempat. Hanya ada satu saksi perempuan yang melihat keduanya terlibat cekcok mulut.
“Saksi ini mengetahui percekcokan keduanya melintas hendak ke kebun, tidak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara). Namun, saksi tidak menggubris, menganggap mereka hanya bertengkar biasa,” ungkapnya.
Setelah beberapa saat, saksi mendengar teriakan minta tolong dari korban. “Ketika saksi mendatangi TKP, korban sudah tergeletak di tanah,” terang Nur.
Akibat pertarungan itu, M mengalami luka serius di bagian kepala belakang, punggung, dan tangan, hingga meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit setempat.
“Sementara pelaku EP mengalami luka gores di tangan kirinya dan harus dioperasi. Sehingga masih butuh waktu untuk kami mintai keterangan,” bebernya
Motif dari pertarungan tersebut masih belum diketahui. Namun, sebelum kejadian, diduga korban dan pelaku sudah saling mengenal.
“Bahkan, dugaan sementara menunjukkan, mereka berboncengan mengendarai sepeda motor. Sebab, di area TKP hanya ditemukan satu sepeda motor,” sebut dia.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait apakah keduanya sudah membawa senjata tajam dari rumah masing-masing.
Motif pertarungan dan asal-usul senjata tajam yang digunakan masih dalam penyelidikan. Sebab, satu-satunya saksi, yakni pelaku, masih dalam perawatan medis di rumah sakit,” tukasnya. (ags/gni)









