Jember, Blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Jember membuat terobosan inovatif dalam penanganan kesejahteraan sosial dengan memadukan program fisik dan layanan kesehatan dasar. Di bawah komando Bupati Jember Gus Fawait, program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dari pusat akan diintegrasikan secara langsung dengan program layanan kesehatan jemput bola, yakni Homecare.
Langkah sinergis ini diumumkan menyusul kunjungan kerja Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Dr. Sri Haryati, dalam acara Bunga Desaku di Balai Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Minggu (9/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian PKP menyoroti pentingnya aspek kesehatan lingkungan dalam program bedah rumah, termasuk upaya penggantian atap asbes guna mencegah risiko penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC).
Menangkap pesan kuat dari kementerian tersebut, Bupati Gus Fawait menyatakan bahwa Pemkab Jember tidak ingin program renovasi rumah sekadar memperbaiki fisik bangunan semata, melainkan juga harus berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan jasmani para penghuninya. Oleh karena itu, konsep pembangunan terpadu langsung dirumuskan bersama jajaran instansi terkait.
”Program Homecare akan kita sinergikan dengan Kementerian PKP. Jadi, petugas tidak hanya memastikan kondisi fisik rumah, tetapi juga memantau langsung kesehatan para penghuninya secara simultan,” tegas Gus Fawait usai mendampingi peninjauan lapangan.
Melalui skema integrasi ini, ketika tim teknis dari Pemkab Jember dan kementerian mendatangi lokasi rumah warga yang masuk dalam daftar alokasi 1.355 unit bantuan tahun ini, tim medis dari program Homecare akan turut diterjunkan secara bersamaan. Petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik seluruh anggota keluarga penerima manfaat, memberikan pengobatan gratis, serta mengedukasi warga mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat di dalam rumah yang baru diperbaiki.
Kementerian PKP menyambut positif inisiatif luar biasa yang digagas oleh Pemkab Jember ini. Pendekatan lintas sektor yang menggabungkan perumahan layak dan layanan kesehatan dinilai sebagai model ideal penanganan kemiskinan berbasis komunitas yang patut dicontoh oleh daerah lain di Indonesia. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta tenaga medis lapangan, kualitas hidup masyarakat prasejahtera di Jember diyakini akan meningkat secara holistik dan berkelanjutan. (rio)










Balas