Kota Malang, blok-a.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang gelar dua lomba untuk membantu persiapan guru PAUD dalam kurikulum merdeka, Selasa (13/6/2023).
Dua lomba itu adalah lomba simulasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan juga lomba pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE).
Lomba tersebut digelar di Museum Mpu Purwa Kota Malang.

Terlihat ratusan guru PAUD Kota Malang dari lima kecamatan bersemangat merangkai alat permainan yang akan dibuat bahan ajar.
Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, Andayun Sri Afriana mengatakan, lomba ini bertujuan agar meningkatkan dan memotivasi kompetensi guru PAUD di Kota Malang.
Andayun menambahkan, guru saat ini tidak hanya terpaku dengan bahan ajar. Para guru juga harus kreatif dalam menjelaskan bahan ajar, terkhusus pada anak PAUD.
Hal ini tentunya harus diajarkan dengan permainan yang kreatif namun juga edukatif dan berisi bahan ajar.
“Tujuannya dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi pendidik PAUD dan implementasinya di kurikulum merdeka,” tuturnya.

Dia pun berharap nantinya seluruh hasil karya APE yang dibuat saat ini bisa diterapkan di sekolah masing-masing.
Sementara itu, dalam dua lomba ini akan diambil tiga juara dan tiga juara harapan. Para juara nantinya akan diberi reward.
Ada pun sejumlah juri yang ada di lomba itu dan terdiri dari akademisi perwakilan dari Pemprov Jatim.
“Sebagai motivasi mereka karena kami ingin membantu guru agar lebih paham kurikulum merdeka,” tuturnya.
Andayun pun menambahkan semua bahan di lomba APE itu adalah bahan daur ulang. Bahan daur ulang ini wajib jadi syarat agar para peserta agar menjadi pemenang di lomba tersebut.

“Karena kami ingin membantu program pemerintahan tentang recycle sampah terutama sampah plastik,” tuturnya. (bob)









Balas
Lihat komentar