Kabar Gembira, Pemkab Jember Jamin Masa Depan Anak Guru Ngaji Lewat Beasiswa & Santunan

Gus Fawait dalam agenda Bunga Desaku di Kantor Desa Mumbulsari (foto: ist)
Gus Fawait dalam agenda Bunga Desaku di Kantor Desa Mumbulsari (foto: ist)

Jember, Blok-a.com –  Di tengah agenda “Bunga Desaku” (Bupati Ngantor di Desa) di Kantor Desa Mumbulsari pada Selasa (07/04/2026). Bupati Jember, Gus Fawait, membawa kabar gembira bagi ribuan penggerak pendidikan keagamaan.

Fokus utama kunjungan kali ini adalah penguatan fondasi kesejahteraan bagi para guru ngaji dan ketua pengajian. Di mana, merekalah yang selama ini menjadi pilar moral masyarakat Jember.

Dalam pemaparannya, Gus Fawait menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak lagi hanya memberikan apresiasi dalam bentuk kata-kata, melainkan dalam bentuk perlindungan nyata.

Pemkab Jember telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap para guru ngaji dan ketua pengajian untuk diintegrasikan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, Pemkab Jember juga menunjukkan komitmen lebih terhadap para pendidik Al-Qur’an, khususnya dalam hal keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka.

Gus Fawait menegaskan bahwa perlindungan ini bersifat jangka panjang. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman bagi mereka saat menjalankan tugas mulia mengajar Al-Qur’an.

“Guru ngaji dan ketua pengajian sudah kita data dan kita lengkapi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Ini bukan sekadar kartu, tapi jaminan. Jika sewaktu-waktu ada yang wafat dan meninggalkan anak yang masih sekolah, pemerintah hadir melalui santunan dan beasiswa penuh,” jelas Gus Fawait.

Program ini dirancang sedemikian rupa agar tidak ada lagi anak guru ngaji yang putus sekolah karena kendala biaya. Gus Fawait membedah detail bantuan yang disiapkan.

Skema Program Beasiswa

Salah satu kategori bantuan adalah “Beasiswa Afirmasi Ekonomi”. Kategori ini menyasar 2.391 penerima yang diklasifikasikan sebagai masyarakat kurang mampu. Para penerima bantuan akan mendapatkan tanggungan biaya pendidikan (UKT/SPP) sebesar Rp5 juta per tahun. Ditambah uang saku atau biaya hidup sebesar Rp500 ribu per bulan. Jika dijumlahkan, setiap anak mendapatkan dukungan total sebesar Rp11 juta setiap tahunnya.

Keunggulan dari beasiswa ini adalah fleksibilitasnya. Anak-anak guru ngaji di Jember diberikan kebebasan untuk memilih perguruan tinggi mana pun di seluruh Indonesia. Tidak terbatas pada kampus negeri, mereka juga didorong untuk menempuh pendidikan di lingkungan pesantren atau universitas swasta pilihan.

Selain afirmasi ekonomi, tahun 2026 ini menghadirkan terobosan baru berupa kategori beasiswa khusus santri dan khusus putra-putri ketua pengajian. Inovasi ini muncul karena adanya kesadaran bahwa kelompok ini seringkali luput dari skema bantuan reguler. Syaratnya pun dipermudah, mereka hanya perlu membuktikan telah resmi diterima di perguruan tinggi pilihan, baru kemudian mendaftar ke Pemkab untuk pencairan bantuan.

Dengan skema yang komprehensif ini, Gus Fawait berharap indeks pembangunan manusia (IPM) di Jember, khususnya dari kalangan keluarga pendidik agama, akan meroket.

“Kami ingin melihat anak-anak guru ngaji menjadi dokter, insinyur, atau ulama besar tanpa terhalang biaya. Inilah bentuk nyata keberpihakan kami,” pungkasnya di hadapan warga Mumbulsari yang menyambut informasi ini dengan tepuk tangan meriah. (yas/rio/ova)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com