Probolinggo, blok-a.com – Prosesi serah terima jabatan dari Pj Bupati Ugas Irwanto kepada Bupati-Wabup terpilih, dilakukan secara khidmat dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Senin (3/3/2025).
Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Ketua MUI KH Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua DPRD Oka Mahendra Jati Kusuma, Forkopimda, anggota DPRD dan sejumlah OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Dalam pidatonya, Gus Haris atau dokter Haris selaku Bupati yang didampimgi Lora Fahmi AHZ sebagai Wakil Bupati, menegaskan bahwa Probolinggo memiliki potensi alam dan agribisnis yang luar biasa, ibarat miniatur Jawa Timur, meski di baliknya tersimpan tantangan besar untuk pembangunan SDM dan pengentasan kemiskinan.
Dengan luas wilayah mencapai 1.696 km², Probolinggo kata Gus Haris, memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Ada gunung besar seperti Bromo dan Argopuro, serta gunung kecil seperti Lemongan dan Batok.
“Tak hanya itu, kita juga memiliki pulau eksotis dengan pasir putih dan air jernih yang prospektif dijadikan destinasi wisata unggulan,” ujarnya.
Potensi alam Probolinggo tidak hanya terpaut pada keindahan pegunungan. Kabupaten ini juga dianugerahi garis pantai sepanjang 72 kilometer yang membentang melewati tujuh kecamatan.
Di samping itu, ekosistem Mangrove yang mencapai 119 km memberikan peluang besar di sektor bahari.
“Kita punya pantai dengan kekayaan laut yang melimpah. Ini harus dikelola dengan serius agar dapat mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi,” sergahnya.
Di sektor agribisnis, Probolinggo menunjukkan performa yang mentereng. Gus Haris mengungkapkan, produksi tembakau daerah ini mencapai 11.600 ton, terbesar II se Jawa Timur setelah Jember. Begitu pula bawang merah yang mencapai 66 ribu ton per tahun.
“Bahkan, kualitas bawang merah kita lebih unggul, lebih besar, tahan lama, dan tentunya lebih pedas daripada omongan tetangga,” jelasnya.
Selain tembakau dan bawang, potensi kopi juga tak kalah penting. Dengan produksi mencapai 4.000 ton per tahun yang tersebar di tujuh kecamatan, termasuk lereng Bromo dan Argopuro, ditambah komoditas buah seperti durian dan alpukat, sektor agribisnis diharapkan akan semakin mendongkrak perekonomian daerah.
Potensi pariwisata Probolinggo juga menjanjikan. Kabupaten ini menyimpan tujuh danau, delapan air terjun termasuk Madakaripura, serta sungai-sungai yang memiliki panorama alam ideal untuk arung jeram.
“Kita memiliki sungai yang indah sekaligus yang layak untuk rafting. Kombinasi ini menjadikan Probolinggo sebagai calon gerbang utama pariwisata di Jawa Timur,” tegasnya.
Namun, di balik segudang potensi tersebut, tersimpan tantangan serius. Angka kemiskinan di Probolinggo mencapai 16,86 persen, menempatkan kabupaten ini sebagai salah satu yang masih tertinggal di Jawa Timur.
Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 70,19. Rata-rata lama sekolah masyarakat yang hanya mencapai 6,31 tahun menambah beban pekerjaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kita masih punya banyak pekerjaan besar untuk menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan sinkronisasi visi pembangunan daerah melalui RPGMD Provinsi.
Dalam sesi retreat di Kota Batu dan Jepet 2, dia merinci rencana pembangunan Probolinggo yang telah dibreakdown ke dalam 5 misi dan 22 program unggulan.
“Kita harus segera menuntaskan RPGMD Provinsi dalam tiga bulan ke depan agar sejalan dengan target nasional dan penyelesaian RPGMD Kabupaten. Identifikasi masalah seperti penurunan angka kematian ibu dan bayi, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan IPM telah kami lakukan. Langkah perbaikan harus segera diimplementasikan,” ujar Khofifah.
Khofifah juga menyampaikan rencana peresmian sejumlah infrastruktur, termasuk jembatan di Lumajang, yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Kita harus memastikan semua program berjalan terintegrasi, dari tingkat provinsi hingga kabupaten,” tambahnya.
Di sisi lain, KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah mengingatkan bahwa amanah kepemimpinan bukan semata kepercayaan rakyat, melainkan juga tanggung jawab moral dan hukum di hadapan Tuhan.
“Pemerintahan yang dijalankan harus transparan, terkontrol, dan berkeadilan. Semoga kepemimpinan baru ini membawa Probolinggo ke arah pembangunan yang lebih sejahtera dan bermartabat,” tegasnya.
Serah terima jabatan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk mengakselerasi pembangunan Probolinggo.
Dengan potensi alam yang melimpah, sektor agribisnis yang berkembang, dan sinergi visi pembangunan dari pemerintah daerah dan provinsi, Probolinggo siap melangkah ke babak baru sebagai ujung tombak pertumbuhan di Jawa Timur.
Rapat paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo, Jatim, dengan agenda serah terima jabatan atau Sertijab Bupati Probolinggo, dijadwalkan Senin (3/3/2025) di kantor DPRD setempat.
Sesuai jadwal yang diterima DPRD Kabupaten Probolinggo, sertijab dilangsungkan pukul 09.00 WIB.
Secara terpisah, Sekretaris DPRD Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian mengatakan, ada dua agenda dalam rapat paripurna itu.
Pertama serah terima jabatan dan penyerahan memori jabatan dari dari Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, kepada Bupati dr. Mohammad Haris. Sebelumnya, Ugas menjabat sebagai Pj Bupati Probolinggo selama 1,5 tahun.
Agenda kedua, pidato pertama Bupati Probolinggo yang baru dilantik 20 Februari 2025 oleh presiden Prabowo Subianto, yaitu Gus Haris.(rid/kim/adv)









