Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyiapkan dapur umum berkapasitas 30 ribu porsi makanan dan minuman untuk mendukung kelancaran Mujahadah Kubro dan Puncak Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2026. Kesiapan dapur umum tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Malang HM Sanusi di halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (7/2/2026) siang.
Sanusi mengatakan ini merupakan bentuk komitmen penuh Pemkab Malang dalam menyukseskan rangkaian kegiatan keagamaan berskala nasional tersebut, yang dipusatkan di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026. Ia menyampaikan sebanyak 30 ribu porsi makan dan minum telah disiapkan bagi jamaah Mujahadah Kubro dan Puncak Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama
“Selain dapur umum, Pemkab Malang juga menyiapkan sejumlah pelayanan seperti drop zone, toilet, masjid/mushola dan tempat transit bagi jamaah,” kata Sanusi.
Sanusi menjelaskan, fasilitas tersebut terbuka bagi seluruh peserta dan jamaah, baik dari Kabupaten Malang maupun dari daerah lain yang membutuhkan logistik makanan dan minuman selama kegiatan berlangsung.
“Dapur umum ini disiapkan untuk peserta atau jamaah Kabupaten Malang dan dari wilayah lainnya yang memerlukan makanan dan minuman bisa datang. Bahan-bahan makanan juga ada sumbangan dari kecamatan dan partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Dapur umum tersebut memproduksi logistik dalam bentuk nasi bungkus yang berisi nasi putih, lauk, dan sayur. Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Pemkab Malang juga menyiapkan tim khusus pengiriman logistik ke sejumlah posko pendukung.
Pemkab Malang menyiapkan dua unit kendaraan untuk mendistribusikan nasi bungkus ke posko di SMP Negeri 6 Kota Malang, guna mendekatkan logistik dengan jamaah yang memadati Stadion Gajayana.
“Disediakan dua mobil, jika makanan yang dikemas nasi bungkus ini didelivery oleh petugas dan dibantu dikawal dari petugas atau Banser NU Kabupaten Malang. Agar makanan dari Dapur Umum ini bisa terdistribusikan,” terang Sanusi.
Ia menambahkan, proses memasak dilakukan secara marathon oleh tim gabungan dari BPBD, Tagana, dan PMI Kabupaten Malang. Sementara proses pengemasan melibatkan ratusan relawan dari badan otonom NU.
“Petugas masak berjumlah 100 orang, dan yang bagian bungkus 100 orang dari Fatayat dan Muslimat NU Kabupaten Malang di Pendopo Agung,” pungkasnya. (yog/bob)









Balas