Kota Pasuruan, Blok-a.com – Pemerintah Kota Pasuruan menggelar forum konsultasi publik untuk rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 di Gedung Gradika, Senin (17/2/2025).
Acara ini diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) guna memastikan perencanaan daerah berjalan optimal dan sesuai dengan aspirasi masyarakat.
Dalam forum ini, isu kemiskinan menjadi sorotan utama. Data menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Kota Pasuruan mengalami fluktuasi dalam 5 tahun terakhir.
Puncaknya terjadi pada 2021 dengan angka 6,88 persen akibat dampak pandemi Covid-19. Meskipun sempat turun pada 2022, kemiskinan kembali meningkat pada 2023 karena faktor kemiskinan ekstrem. Namun, pada 2024, angka ini berhasil ditekan hingga 6,32 persen, pencapaian terbaik dalam 5 tahun terakhir.
“Kita menghadapi dinamika kemiskinan yang cukup kompleks. Namun, tren penurunan pada 2024 menjadi sinyal positif bahwa kebijakan yang diterapkan mulai menunjukkan hasil,” ujar Wali Kota Adi Wibowo melalui daring.
Selain membahas kemiskinan, forum ini juga menyoroti kesenjangan pendapatan masyarakat.
Indeks Gini Kota Pasuruan pada 2023 tercatat sebesar 0,378, mencerminkan tantangan dalam pemerataan ekonomi. Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi ketimpangan ini melalui berbagai program ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pasuruan terus menunjukkan peningkatan. Pencapaian di 2024 bahkan melampaui target yang ditetapkan. Menandakan perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kualitas layanan pendidikan serta akses kesehatan yang lebih baik menjadi faktor utama dalam pencapaian ini.
Forum ini juga menyoroti meningkatnya Indeks Kesalehan Sosial di Kota Pasuruan, yang mencerminkan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis, menurunnya angka kriminalitas, serta berkurangnya kenakalan remaja.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik,” tambah Wali Kota Adi Wibowo.
Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Rudianto, dalam kesempatan yang sama, menegaskan pentingnya partisipasi semua pihak dalam menyukseskan RKPD 2026.
“Perencanaan yang matang harus didukung oleh komitmen bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Kami berharap RKPD ini dapat menjawab kebutuhan dan tantangan yang ada di Kota Pasuruan,” ujarnya.
Sebagai penutup, acara ini diisi dengan penyerahan hadiah Lomba Cerdas Cermat Sata Wacana, serta penandatanganan kesepakatan awal RKPD Kota Pasuruan 2026.
Forum ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah, anggota DPRD, camat, lurah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam pembangunan daerah.
Melalui konsultasi ini, diharapkan RKPD 2026 dapat menjadi pedoman perencanaan yang lebih responsif, inklusif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Pasuruan. (rah/gni)








