Pemkab Jember Bangun Gedung Baru RSUD untuk Atasi Overkapasitas Pasien

Pemkab Jember Bangun Gedung Baru RSUD untuk Atasi Overkapasitas Pasien
Bupati Jember, Gus Fawait (blok-a/Rio)

Jember, blok-a.com – Sektor pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember tengah menghadapi tantangan berat akibat tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik daerah. Dampak positif dari tingginya kesadaran berobat ini memicu terjadinya fenomena overkapasitas yang kronis di sejumlah fasilitas kesehatan utama. Menanggapi urgensi tersebut, Pemkab Jember menempatkan perluasan infrastruktur medis sebagai prioritas tertinggi dalam pemanfaatan dana talangan KUA-PPAS 2027 sebesar Rp 786,57 miliar.

‎Berdasarkan data berkala yang dihimpun di lapangan, angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di dua rumah sakit andalan Pemkab Jember, yaitu RSUD dr. Soebandi dan RSD Balung, sering kali menembus angka di atas 100 persen. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya antrean panjang pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta waktu tunggu yang lama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan rawat inap darurat.

‎Kondisi kritis di sektor pelayanan publik inilah yang menjadi salah satu pemantik utama bagi Bupati Jember, Gus Fawait, untuk melakukan akselerasi anggaran. Pemkab Jember menilai, jika penanganan masalah overkapasitas faskes ini ditunda dan hanya mengandalkan kapasitas APBD murni yang terbatas, maka hak masyarakat untuk mendapatkan layanan medis yang cepat, layak, dan manusiawi akan terus terabaikan.

‎”Penguatan fasilitas kesehatan di Jember sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. Kita melihat sendiri bagaimana BOR di RSUD dr. Soebandi dan RSD Balung kerap melebihi kapasitas riil yang ada. Oleh karena itu, melalui skema pembiayaan ini, kita menargetkan pembangunan gedung operasional baru yang modern demi memangkas waktu tunggu pasien secara signifikan,” kata Gus Fawait pada Sabtu (1/8/2026) malam.

‎Rencana pembangunan gedung operasional baru ini dirancang secara komprehensif untuk meningkatkan daya tampung rumah sakit secara signifikan. Selain menambah kuantitas tempat tidur perawatan, gedung baru tersebut nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang medis yang mutakhir. Langkah ini diharapkan dapat mengurai sumbatan pelayanan yang selama ini sering dikeluhkan oleh para keluarga pasien yang berobat.

‎Menariknya, skema pembiayaanasan infrastruktur kesehatan ini dirancang dengan konsep mandiri yang cerdas, sehingga tidak akan membebani pos APBD rutin di masa mendatang. Pengembalian dana talangan yang digunakan untuk membangun fasilitas medis baru ini diproyeksikan akan dipenuhi secara mandiri melalui peningkatan pendapatan dari unit-unit layanan baru yang dioperasikan nantinya. Dengan sistem BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) yang fleksibel, rumah sakit daerah memiliki kemampuan finansial mandiri untuk membiayai operasionalnya.

‎Selain berdampak langsung pada penurunan angka antrean pasien, proyek ekspansi fasilitas kesehatan ini juga membawa angin segar bagi dunia ketenagakerjaan di Kabupaten Jember, khususnya bagi para lulusan tenaga kesehatan. “Perluasan fasilitas fisik dan layanan medis baru ini secara otomatis akan membuka keran rekrutmen massal bagi tenaga medis baru, mulai dari dokter spesialis, perawat, bidan, hingga tenaga penunjang lainnya,” imbuh Gus Fawait memberikan titik terang.

‎Komitmen Pemkab Jember untuk memperbaiki mutu layanan kesehatan ini kini tinggal menunggu pembahasan dan ketetapan bersama dengan DPRD Kabupaten Jember. Publik berharap, sinergi antara pihak eksekutif dan legislatif dapat segera terwujud demi melahirkan solusi nyata atas krisis overkapasitas rumah sakit ini, sehingga cita-cita mewujudkan masyarakat Jember yang sehat dan produktif dapat segera tercapai tanpa hambatan birokrasi yang berbelit. (rio/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com