Menko PMK Temui Empat KK Kemiskinan Ekstrem di Kota Malang, Ini Katanya

Kota Malang, blok-A.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan peninjauan kemiskinan ekstrem di Kelurahan Tanjung Rejo kota Malang pada, Rabu (24/08/2022).

Dalam peninjauan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menemukan empat Kepala Keluarga (KK) yang tergolong dalam kemiskinan ekstrem serta beberapa problem status tanah hunian di Kelurahan Tanjung Rejo kota Malang.

“Terdapat Kemiskinan ekstem di Kelurahan Tanjung Rejo dan ada beberapa problem salah satunya status tanah huniannya karna sebagian besar mereka tinggal di bantaran sungai,” ungkapnya.

Terkait problem status tanah hunia Muhadjir menyampaikan harus ada upaya khusus yang dilakukan untuk mengatasi problem tersebut.

“Harus ada upaya khusus agar mereka mendapat hunian yang layak dan dengan status tanah yang jelas, mendapat pekerjaan yang pasti kemudian yang sudah lanjut usia akan mendapat bantuan permanen,” ungkapnya.

“Nanti akan saya bicarakan dengan pak Sekda, mestinya Pemerintah Kora (Pemkot) harus bisa menyiapkan lahan untuk ini,” lanjutnya.

Dalam hal yang sama, pihaknya juga akan mengusulkan Kementri sosial (Mensos) untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah.

“Ada beberapa rumah yang sudah kita data nanti kita akan usulkan ke Bu Mensos untuk mendapat bantuan perbaikan rumah,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, terkait warga yang belum menerima bantuan sosial (Bansos) dalam peninjauannya pihaknya juga melakukan pendataan masyarakat yang belum menerima Bansos untuk masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (PTKS).

Menurutnya kemiskinan ekstrem ini merupakan hal yang menghawatirkan, mengingat kemiskinan ekstrem di Indonesia mencapai 4% dari total kemiskinan 9,7%, yakni kisaran 6 Juta penduduk.
Dalam penjelasannya, Muhadjir juga menegaskan kemiskinan ekstrem tersebut tidak dapat ditangani dengan hanya memberikan Bansos akan tetapi perlu adanya penanganan khusus dari berbagai aspek.

“Kemiskinan ekstrem ini tidak dapat ditangani dengan memberikan bansos saja, harus ada penanganan dari lingkungannya sendiri. Salah satunya dari kondisi rumahnya, sanitasinya, ketersediaan air minum sampai dengan pendidikan anaknya juga harus terjamin,” ungkapnya.

Oleh sebab itu Muhadjir menyinggung terkait pengadaan SMP di Kelurahan Tanjung Rejo. Pihaknya mengatakan perlu adanya sekolah SMP terdekat untuk menjamin pendidikan masyarakat Tanjung Rejo yang terimbas zonasi.

“Perlu adanya bangunan sekolah SMP, karena kelurahan Tanjung Rejo salah satu kelurahan yang terkena dampak zonasi kan kasian. Terkait lahannya biar pak Walikota yang menyediakan kalau untuk bangunan fisiknya akan kita upayakan dari PU,” ucapnya.

Diakhir pihaknya mengatakan perlu adanya pemanfaatan secara maksimal terkait sumber daya alam seperti aliran sungai yang cukup baik untuk kesejahteraan masyarakat Tanjung Rejo.

“Ini kebetulan ada aliran sungai yang sangat bagus, mungkin nanti bisa juga untuk budidaya ikan, nanti mungkin akan saya bicarakan dengan Kementrian Pertanian nanti bisa ada bantuan bibit sehingga nanti bisa untuk menaikkan gizi warga sekitar. Syukur syukur bisa menjadi penghasilan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” tutupnya.
(mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.