KOTA BATU – Alun-alun Kota Wisata Batu masih menjadi jujukan wisatawan yang berkunjung. Bahkan seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang masih berjalan, kawasan Alun-alun Kota Batu masih ramai dikunjungi.
Tak hanya saat akhir pekan, namun di hari-hari biasa pun masih banyak wisatawan yang datang. Sekadar duduk-duduk di sekitar alun-alun maupun menikmati Kota Batu dari atas bianglala.
Tentunya dengan telah dibukanya kunjungan wisatawan ke Kota Batu, banyak diharapkan semua pihak untuk mengembalikan roda perekonomian. Terlebih saat awal-awal pandemi kawasan alun-alun terpaksa ditutup untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. Tingkat kunjungan ke alun-alun pun sempat mengalami penurunan hanya sekitar ratusan orang, padahal biasanya bisa mencapai ribuan orang yang berkunjung.
“Saat PPKM awal memang masih sepi. Namun sekarang secara perlahan sudah mulai ramai daripada sebelum-sebelumnya. Banyak wisatawan dari luar kota sudah berani ke sini,” terang Ali, Security Alun-alun Kota Batu, Senin (22/3).
Ali mengatakan, di hari biasa rata-rata kunjungan bisa mencapai seribu orang. Sedangkan saat weekend maksimal terdapat sekitar 3 ribu pelancong yang datang.
“Ramainya menang paling terasa saat akhir pekan. Dari pagi sampai malam alun-alun pasti penuh, belum lagi antrian yang mau naik bianglala,” imbuhnya.
Sisi ikonik Alun-alun Kota Batu memang banyak memikat wisatawan. Tak sedikit wisatawan dari luar kota selalu mampir ke kawasan alun-alun. Meskipun masa pandemi namun tak menghalangi wisatawan untuk berdatangan.
Selain itu pengadaan sarana protokol kesehatan yang memenuhi standar juga menjadi hal utama bagi pengelola alun-alun. Terbukti dengan dibukanya hanya satu pintu menuju alun-alun dengan pengecekan suhu tubuh. Tempat cuci tangan pun telah tersebar di beberapa titik di dalam alun-alun.
“Ada sekitar 10 tempat cuci tangan yang disediakan di sini. Sebelum masuk pun wisatawan wajib dicek suhu tubuhnya,” kata Ali.
Banner himbauan prokes pun tersebar di beberapa sudut. Bahkan tak jarang para petugas keamanan alun-alun berkeliling untuk mengingatkan para wisatawan agar tetap melakukan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan berjaga jarak.
Sementara salah satu wisatawan asal Surabaya, Muhammad Rofiq mengaku senang bisa berkunjung ke alun-alun Kota Batu. Ia mengatakan ciri khas alun-alun kota Batu tidak sama dengan alun-alun kota/ Kabupatan lainnya.
“Apalagi bisa naik bianglala lihat keindahan Kota Batu dari atas. Spot foto juga banyak di sini. Untuk cari makan juga gampang karena banyak pkl di sekitar alun-alun,” kata Rofiq.










Balas
Lihat komentar