Sering Terjadi Lakalantas Di Simpang Tiga Sukowidi, Ini Langkah Forum LLAJ Dan Dishub Banyuwangi Cara Mengatasi

Dishub Banyuwangi bersama Forum LLAJ ketika meninjau simpang tiga Sukowidi yang sering terjadi Kecelakaan Lalulintas. (Foto : istimewa)

Banyuwangi blok-a.com – Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) di simpang tiga Sukowidi kerapkali terjadi. Tidak hanya kecelakaan yang disebabkan truk tangki bermuatan solar saja, dan menewaskan empat korban jiwa.

Untuk mengantisipasi terjadinya Lakalantas lagi, Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJ) dimotori Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyuwangi menyiapkan skema dimaksud.

Akibat insiden laka beruntun tersebut, empat orang tewas di tempat. Para korban adalah sopir truk tangki, dua pengendara sepeda motor dan pemilik warung.

Plt Kepala Dishub Banyuwangi, Dwi Yanto mengatakan, pasca kecelakaan maut tersebut, pihaknya langsung meninjau lokasi, dan langsung menggelar rapat koordinasi (Rakor)

“Hasil Rakor, ada beberapa poin yang telah disepakati terkait rencana rekayasa lalulintas di jalur Sukowidi. Sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan,” kata Dwi Yanto, Jum’at (30/9/2022)

Rekayasa lalulintas ini kata Dwi terkait pemakaian sempadan jalan sebagai road kolam pasir ganda. Masing-masing tersekat atau pembatas beton.

Disamping itu, sambung dia juga dilakukan pemasangan penutup beton sekualitas jembatan pada saluran air curam untuk area exit road kolam pasir dan pergeseran tiang LPJU dan tiang Telkom.

“Kami (LLAJ dan Dishub) Banyuwangi sepakat perluasan jarak pandang sisi kiri tikungan menuju arah Ketapang. Bertujuan, ketika kendaraan memasuki exit road kolam pasir dan akan melakukan manuver ke kiri arah menuju Ketapang,” bebernya.

Sedangkan, di area stop traffic light dari arah Argopuro dimundurkan dengan pembatasan zona bebas kendaraan pada ujung traffic light. Tujuannya ketika manuver kendaraan besar lebih leluasa belok ke kiri menuju Ketapang.

“Forum LLAJ menyepakati penambahan rambu-rambu pemberitahuan adanya exit road kolam pasir saat rem blong. Termasuk rambu pemberitahuan titik testing fungsi rem. Sehingga jika rem blong akan mengambil exit road kolam pasir jauh dari traffic light,” paparnya.

Forum LLAJ juga menyepakati adanya pemasangan beton pada median Utara dan Selatan traffic light di sisi timur Simpang empat sebagai penahan rem blong.

“Pemasangan guardrail (pagar pengaman) juga disepakati forum LLAJ. Masing-masing 12 meter di sisi timur selatan, dan sisi timur Utara sebagai penahan rem blong,” tabdasnya.

Untuk mengerjakan pekerjaan ini membutuhkan waktu yang cukup lama, pembuatan exit road dikesampingkan dulu karena harus membebaskan lahan. Pihaknya mengambil opsi darurat yakni menggunakan sempadan jalan.

“Pengadaan Sarana dan prasarana (Sarpras) manajemen rekayasa akan dilaksanakan sesegera mungkin. Termasuk pergeseran 1 riang LPJU dan 1 tiang Telkom,” jelasnya.

“Seluruh pengadaan sarpras Manajemen Rekayasa (Manrek) Lalin Sukowidi diupayakan sesegera mungkin, termasuk pergeseran 1 tiang LPJU dan 1 tidak tiang Telkom,” pungkasnya. (Gim)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com