KOTA MALANG – Pertigaan antara Jalan Raya Ki Ageng Gribig dan Muharto menjadi penyebab masih adanya titik kemacetan di Timur Kota Malang.
Padahal sebelumnya telah dibangun Jembatan Kedungkandang. Harapan untuk mengurai kemacetan sempat terjadi. Namun penumpukan kendaraan masih saja terjadi.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan, yang menjadi penyebab itu adalah kendaraan dari Jalan Muharto yang menuju ke Jembatan Kedungkandang sekaligus kendaraan dari Jalan Raya Ki Ageng Gribig menuju ke Muharto.
“Nah sebenarnya kalau kendaraan jembatannya tidak apa-apa. Tidak menyebabkan kemacetan tapi yang membuat macet itu ya yang Muharto ke Ki Ageng Gribig dan sebaliknya,” kata Handi.
Untuk itu, Handi akan memodifikasi arus jalan di persimpangan tersebut. Untuk kendaraan yang dari Muharto tidak bisa lagi langsung menuju ke jembatan.
“Tapi harus belok ke Ki Ageng Gribig. Jadi nanti yang dari Muharto tidak bisa lagi ke jembatan langsung,” kata dia.
Selanjutnya, di Jalan Raya Ki Ageng Gribig nantinya akan disediakan tempat untuk putar balik. Untuk menyediakan tempat putar balik, Handi akan melebarkan jalan.
“Kan lebar jalan di Jalan Raya Ki Ageng Gribig itu sempit. Kami lebarkan. Kan awalnya hanya dua lajur. Nah itu nanti dibuat empat lajur. Agar ketika ada kendaraan belok, kendaraan lainnya bisa ngambil lajur sebelahnya,” kata dia.
Pelebaran jalan tersebut, kata Handi, merupakan proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).
“Itu sudah masuk dalam Kemen PUPR. Nanti juga ada median jalan di sana juga. Informasi terakhir akan dilakukan pada tahun 2021. Ketika sudah selesai pembangunan (pelebaran jalan dan membangun median) penerapan arus lalu lintas itu akan diterapkan,” tutup dia.










Balas