Pengerjaan Hampir Selesai, Plengsengan di Jembatan Kedungkandang Malah Ambrol

Plengsengan di Jembatan Kedungkandang
Plengsengan di Jembatan Kedungkandang - Foto: istimewa

KOTA MALANG – Plengsengan Sungai Amprong yang berada di lokasi pengerjaan proyek Jembatan Kedungkandang ambrol. Padahal Plengsengan tersebut baru saja selesai dikerjakan pada Sabtu (21/11) lalu. Ambrolnya Plengsengan diduga karena faktor curah hujan yang cukup tinggi sehingga debit air di lokasi tersebut naik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Hadi Santoso mengatakan luasan plengsengan yang ambrol kurang lebih lebar sekitar 25 meter dengan tinggi lebih dari 6 meter.

“Kemarin Minggu (22/11) saya dapat laporan sudah ambrol. Ambrolnya itu juga barengan dengan plengsengan yang ada di seberangnya (bagian timur). Mungkin sekitar jam 20.00 atau 21.00 malam, posisi waktu itu memang sedang hujan deras,” jelasnya saat dikonfirmasi Blok-A, Selasa (24/11).

Pria yang akrab disapa Soni itu menjelaskannya plengsengan yang ambrol merupakan plengsengan tambahan dari DPUPRPKP untuk membangun jalur alternatif jika nanti sewaktu-waktu jembatan sudah berfungsi dan terjadi kepadatan arus lalu lintas. Sehingga, kepadatan arus bisa dipecah melalui jalur tersebut.

“Jadi, pembangunan itu adalah plengsengan tambahan dari saya (DPUPRPKP) karena saya minta ada jalan dari sisi utara. Jadi kalau mau belok ke Jalan Muharto itu, kalau terjadi kemacet bisa langsung lewat ke jalur bawah,” papar Soni.

Sementara, lanjut Soni, bagian yang ambrol dari plengsengan itu terdiri dari tiga segmen paling atas dan pondasinya diklaim masih kuat.

“Jadi pondasinya itu tidak apa-apa, yang ambrol kan cuman ada tiga segmen (segmen satu, dua dan tiga). Tapi, saya lihat pondasinya tidak apa-apa masih kuat,” tegas dia.

Setelah ini, Soni akan menginstruksikan kepada pekerja proyek untuk mengganti bahan plengsengan yang semula dibuat dari batu dengan menggunakan beton.

“Saya gak mau diganti batu yang sudah terpakai. Kita langsung lakukan perbaikan lagi. Tidak hanya yang ambrol saja yang kita bangun, tapi juga di plengsengan sisi timur juga. Semua akan diganti dengan beton,” lanjut dia.

Soni optimis, proyek pembanguban Jembatan Kedungkandang akan selesai tepat waktu, yakni pada pertengahan Desember 2020.

“Tanggal 20 Desember nanti harus sudah selesai 100 persen, karena tanggal 23 Desember Wali Kota Malang akan meresmikan jembatan tersebut,” pungkasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com