blok-A.com – Beberapa pekan yang lalu publik digegerkan dengan temuan ratusan kasus positif HIV AIDS di Bandung, bagaimana cara penularannya ? Simak selanjutnya di sini.
Informasi tersebut dihimpun dari data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kota Bandung. Menurut data tersebut terhitung hingga Desember 2021, terdapat total 5.943 kasus yang ada dengan mahasiswa penyumbang terbanyak sebesar 6,97 persen atau 414 orang.
Dikutip dari kemkes.go.id, HIV adalah sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia.
Jika penderita HIV sudah dalam kondisi tahap infeksi akhir disebut dengan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Saat seseorang telah mengalami AIDS, tubuh tidak lagi dapat memiliki kemampuan untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh virus tersebut.
Kebanyakan penderita HIV tidak bisa memiliki motivasi hidup yang terbilang produktif sehingga meras kehidupanya terhenti ketika divonis terkena penyakit tersebut oleh dokter, maka dengan demikian penderita harus tetap mendapatkan perawatan.
Hal tersebut juga menjadi salah satu penyebab yang membuat penderita HIV/AIDS akan merasa depresi dan sudah tidak berharga, dampaknya akan menyerang dari sisi psikologis si penderita.
WHO menghimbau penularan HIV dapat menular melalui berbagai cara, berikut penularan HIV AIDS yang sering terjadi :
- Hubungan Seksual Tanpa Alat Pengaman (Kondom)
Cara Penularan AIDS yang pertama yaitu berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom atau alat pengaman. Hal ini disebbakan karena pertukaran cairan yang terjadi saat berhubungan seks antara laki-laki dan perempuan sehingga akan menjadi penyebab utama dari virus HIV dengan mudah berpindah dan menyebar.
- Bergantian Alat Suntik dengan Orang yang positif Mengidap HIV
Penularan lewat alat suntik ini dapat terjadi karena saat memakai jarum yang bergantian maka secara otomatis cairan yang ada di dalam tubuh orang yang positif terkena HIV akan meyebar ke orang lain. Hal ini sangatlah berbahaya karena menjadi salah satu cara penularan penyakit HIV yang paling mudah terjadi.
- Huhungan Vertikal Ibu Hamil atau Menyusui yang Positif HIV dapat Menularkan ke Bayinya
Ibu hamil yang positif HIV sangat berpotensi untuk menularkannya kepada sang bayi saat masa kehamilan, persalinan dan menyusui. Untuk itu, alangkah baiknya jika ibu yang positif HIV tidak menyusui bayinya.
- Transfusi Darah
Melakukan transfusi darah menjadi cara pencegahan HIV yang paling sering terjadi. Karena virus HIV dapat menyebar secara cepat melalui donor darah yang dilakukan oleh si pendonor yang positif terkena virus HIV atau dapat melalui transfusi darah yang sebelumnya sudah tercemar virus HIV.
- Oral Seks
Cara penularan HIV yang selanjutnya yaitu melalui oral seks. Sex oral meeupakan suatu aktivitas untuk memberikan stimulasi atau rangsangan terhadap alat kelamin pasangan. Biasanya dilakukan dengan menggunakan cairan vagina atau cairan mani, atau bisa melalui penularan dari mulut, ludah, gigi, atau lidah. (mg2/bob)










Balas
Lihat komentar