Bukan Sekadar Inovasi, Dua Terobosan RSUD dr. Sayidiman Magetan Berbuah Penghargaan di INODA 2026

Rumah Sakit dr Sayidiman Magetan (foto: Blok-a.com/Nanda Bagoes)
Rumah Sakit dr Sayidiman Magetan (foto: Blok-a.com/Nanda Bagoes)

Magetan, blok-a.com – Upaya RSUD dr. Sayidiman Magetan dalam menghadirkan inovasi pelayanan kembali mendapat apresiasi. Dua inovasi yang dikembangkan rumah sakit tersebut berhasil meraih penghargaan dalam ajang Lomba Inovasi Daerah (INODA) Award 2026.

Dua inovasi itu yakni Pare Rosita dan Proksimil. Keduanya masing-masing berhasil meraih predikat Terbaik dalam ajang inovasi daerah tersebut.

Penghargaan diserahkan dalam malam resepsi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pendopo Surya Graha Magetan, Senin (17/8/2026) malam.

Direktur RSUD dr. Sayidiman Magetan, dr. Rochmat Santoso, saat dikonfirmasi membenarkan capaian tersebut.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan dua penghargaan untuk inovasi Pare Rosita dan Proksimil,” kata Rochmat saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, Pare Rosita merupakan inovasi yang berangkat dari upaya memanfaatkan kembali air reject hasil proses Reverse Osmosis (RO) pada layanan hemodialisis. Air yang sebelumnya terbuang tersebut kini dimanfaatkan untuk menyiram tanaman di lingkungan RSUD dr. Sayidiman. Dalam sehari, volume air reject yang dihasilkan berkisar 1.200 hingga 1.500 liter.

“Air reject itu kami manfaatkan untuk menyiram tanaman. Hampir seluruh taman di RSUD dr. Sayidiman sudah menggunakan air tersebut,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat dari sisi lingkungan, pemanfaatan air reject juga berdampak pada efisiensi biaya. Rochmat menyebut inovasi tersebut dapat menghemat anggaran sekitar Rp34 juta per tahun.

Sementara itu, inovasi kedua, Proksimil, menyasar aspek keselamatan dan kenyamanan pasien, khususnya ibu hamil yang harus menjalani pemeriksaan menggunakan sinar-X. Proksimil merupakan apron pelindung radiasi yang dikembangkan sebagai alternatif dari apron timbal konvensional yang selama ini dikenal memiliki bobot cukup berat.

“Proksimil ini untuk perlindungan ibu hamil saat pemeriksaan rontgen. Ke depan rencananya akan kami daftarkan HAKI dan mudah-mudahan bisa dikembangkan serta diproduksi secara massal,” ungkap Rochmat.

Menurutnya, kedua penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi di lingkungan rumah sakit tidak selalu harus berupa teknologi yang kompleks. Inovasi juga dapat lahir dari persoalan sehari-hari, kemudian dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata.

“Yang paling penting dari inovasi bukan hanya mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana inovasi tersebut benar-benar memberikan manfaat, baik untuk pasien, lingkungan maupun efisiensi rumah sakit,” tegasnya.

Rochmat menambahkan, capaian INODA Award 2026 justru menjadi motivasi bagi jajaran RSUD dr. Sayidiman untuk tidak berhenti berinovasi. Ke depan, rumah sakit akan terus mendorong munculnya berbagai terobosan yang dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran RSUD dr. Sayidiman untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” pungkasnya. (nan)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis Blok-a.com yang berfokus pada liputan investigatif mengenai tata kelola pemerintahan, transparansi anggaran, pertambangan, kebijakan publik, dan pelayanan masyarakat serta aktif dalam mengawal isu-isu strategis di wilayah Madiun Raya.