BLOK A – Aliansi Malang Melawan yang terdiri atas para mahasiswa di Kota Malang berencana untuk berdemo di depan Gedung DPRD Kota Malang hari ini (8/10). Mereka memprotes RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang menuai kontroversi. Sementara itu, spesialis pencuri motor kembali tertangkap untuk yang kelima kalinya. Aksinya kali ini gagal karena motor yang dicuri sudah dipasangi GPS.
1. Darurat Kedaulatan, Mahasiswa di Kota Malang Turun ke Jalan Tolak Omnibus Law Cipta Kerja Hari Ini
Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja tuai tanggapan serius dari mahasiswa dan organisasi mahasiswa di Kota Malang. Masa yang mengatasnamakan diri Aliansi Malang Melawan (AMM) siap adakan demo besar-besaran besok hari ini di depan Gedung DPRD Kota Malang.
Salah satu BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang tergabung dalam AMM adalah BEM Unisma (Universitas Islam Malang). A Faruuq, Presiden Mahasiswa Unisma menyebut mendukung gerakan serentak demo 8 Oktober yang digaungkan BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia). Penolakan Omnibus Law ini sebenarnya sudah digaungkan sejak lama. Bahkan oleh AMM sendiri. Mereka sudah sering mengadakan demo di depan DPRD Kota Malang.
2. Siswa Patuh Protokol Kesehatan, Imunisasi BIAS di Kecamatan Kedungkandang Dilakukan di Puskesmas
Imunisasi anak sekolah lewat BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) terus dilanjutkan. Program kerja rutin Kementerian Kesehatan RI ini diadakan 2 kali setahun dan dilakukan secara serentak di seluruh kota di Indonesia, termasuk Kota Malang. Berbeda dari biasanya, Puskesmas Kedungkandang menjalankan imunisasi yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar Kelas I, II dan V ini di dalam Puskesmas.
BIAS tahun ini tetap dilaksanakan walau pandemi covid-19 sedang menyerang. Namun, karena kesigapan petugas Puskesmas Kedungkandang, anak-anak penerima imunisasi yang datang ke Puskesmas nampaknya sanggup menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Memakai masker, cuci tangan dan physical distancing serta duduk berjarak, sudah dilaksanakan dengan baik. Petugas Puskesmas pun memakai APD lengkap.
3. Gara-gara GPS, Residivis Curanmor di Malang Digarong Polisi
Satreskrim Polresta Malang Kota kembali menangkap Sukaji alias Jirot (41) yang merupakan residivis kambuhan kasus pencurian sepeda motor di Kota Malang. Di kasus yang sudah kelima kalinya ini, Jirot apes. Pasalnya, sepeda motor Scoopy Hitam Silver komplotannya curi dari Perumahan Pondok Cempaka Indah Sukun Kota Malang ternyata sudah dipasangi alat pelacak atau GPS.
Hanya selang sehari sejak dicuri pada Kamis (1/10), sepeda motor sudah berada di daerah Pasuruan. Setelah berpindah ke beberapa tempat, motor akhirnya berhenti di rumah Maskur (19) yang ada di Kecamatan Purwodadi, Pasuruan. Setelah ditelusuri, Maskur hanya bertugas sebagai kurir untuk mengantar motor curian itu ke salah satu pembeli di Pulau Madura.










Balas