Jelang Dibuka, Kawasan Kayutangan Heritage Bakal “Dijajal” Kendaraan Berat

Kawasan Kayutangan Heritage
Kawasan Kayutangan Heritage - Foto : Pungky Ansiska

KOTA MALANG – Pembangunan proyek Kayutangan Heritage tinggal menghitung hari akan selesai. Bahkan jika tidak ada halangan, pada 20 Desember 2020 mendatang kawasan tersebut akan dibuka dan kembali dilewati kendaraan oleh masyarakat Kota Malang.

Sebelum dibuka, Wali Kota Malang Sutiaji bersama Forkompinda melakukan peninjauan langsung ke proyek Kayutangan Heritage. Pihaknya ingin memastikan bahwa kawasan bersejarah yang ada di Kota Malang ini akan rampung. Pada Sabtu (19/12) mendatang, area tersebut juga akan di uji cobakan untuk dilalui kendaraan besar.

“Hari ini kami ingin memastikan bahwa tanggal 20 sudah harus dibuka. Maka tadi dari pelaksana dan teman-teman konsultan menyampaikan bahwa Sabtu (19/12) itu akan dilakukan uji coba untuk kendaraan besar secara internal, tapi belum dibuka untuk masyarakat,” ujarnya usai melakukan peninjauan di kawasan Kayutangan Heritage, Kamis (17/12).

Dari peninjauannya kali ini, Sutiaji juga masih melihat beberapa area belum terselesaikan seperti proses pemasangan batu andesit. Pihaknya meminta agar malam ini progres pengerjaan bisa terselesaikan. Mengingat, tenggat waktu yang ditargetkan hanya tinggal 3 hari ke depan untuk dibuka kembali.

“Kita lihat ada sekitar dua sampai lima persen yang belum diselesaikan. Saya minta malam ini sudah selesai semua. Jadi, harapannya besok itu tinggal pekerjaan-pekerjaan yang kecil-kecil saja,” imbuhnya.

Sutiaji juga tidak ingin terjadi kesalahan dalam proyek tersebut. Pasalnya jika ada satu saja yang belum terselesaikan dan harus sudah di buka maka akan membuat goyang dan justru membahayakan pengendara yang lewat. Apalagi kalau harus menutup kembali kawasan tersebut untuk pembenahan.

“Kenapa ini saya tegaskan (diselesaikan malam ini), karena saya khawatir ketika ada satu saja yang kurang ,lalu dilewati terus goyang nanti ada penutupan lagi. Saya tidak mau itu terjadi. Maka kalau sudah clear, sudah diselesaikan hari ini sampai nanti malam. Harusnya sudah tidak ada keraguan,” ungkapnya.

Apalagi, menurut Sutiaji, jelang libur Natal dan tahun baru kali ini masih harus dilalui masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Dikhawatirkan jika pengerjaan molor akan menimbulkan kemacetan yang lebih panjang. Dan dikhawatirkan memunculkan klaster penularan virus Covid-19.

“Kenapa ini kami tekankan karena sebentar lagi kan ada tahun baru, liburan Natal yang bebarengan juga sekarang dengan tren Covid-19 di Kota Malang yang sekarang zona merah. Kalau ada kemacetan, ini rawan untuk tertular dan menularkan virus. Sehingga nanti titik-titik kemacetan karena Kayutangan Heritage Insya Allah teratasi,” pungkasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com