Empat Hari Pencarian, Penjaga Pintu Air Temukan Jasad Santri Dampit 7,5 Km dari Lokasi Hanyut

Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad Agung Pribadi (15) di Jembatan Jatirogo, Kabupaten Malang pada Sabtu (11/03/2023) sekitar pukul 01.05 WIB. (Basarnas Surabaya for Blok-a.com)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad Agung Pribadi (15) di Jembatan Jatirogo, Kabupaten Malang pada Sabtu (11/03/2023) sekitar pukul 01.05 WIB. (Basarnas Surabaya for Blok-a.com)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Aziz Dampit Kabupaten Malang, Agung Pribadi, yang hilang usai hanyut di Sungai Brantas 4 hari lalu, ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (11/03/2023) dini hari.

Jasad korban ditemukan oleh penjaga pintu air Sungai Brantas pada jarak kurang lebih 7,5 kilometer dari lokasi hanyut.

Koordinator Basarnas, Ainul Mahdin mengatakan jasad Agung ditemukan oleh warga tepatnya di sekitar Jembatan Kanigoro.

“Kami mendapatkan informasi dari penjaga pintu air bahwa telah menemukan korban meninggal dunia. Kami langsung berangkat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi,” terang Ainul saat dikonfirmasi blok-a.com, Sabtu (11/03/2023).

Ainul mengungkapkan, saat ditemukan jasad korban dalam keadaan utuh.

“Alhamdulillah, jasad dalam keadaan lengkap. Hanya ada pengembangan dan tekstur yang beda karena lama di air. Mungkin ada pembekuan di semua organ tubuhnya,” jelasnya.

Selanjutnya, korban dilakukan evakuasi oleh tim gabungan SAR, dengan cara diangkat ke tepi sungai dan dilarikam ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan.

“Jenazah langsung dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk penanganan lebih lanjut,” kata Ainul.

“Sudah selesai, kemarin setengah dua dini hari langsung kami lakukan apel penutupan. Jadi unsur yang terlibat sudah kembali ke markasnya masing-masing,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sempat beredar di media sosial, kabar santri pondok pesantren (Ponpes) Dampit atas nama Agung Pribadi Romadhon (15) terseret arus saat mandi di sungai Brantas tepatnya di belakang Ponpes Ketapang, Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Kepanjen, Kompol Sri Widyaningsih. Korban yang merupakan warga Kepanjen tersebut hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Terkait kronologi, kata Widya, korban yang tengah mengikuti acara pondok di Ponpes PPAI Ketapang sedang mandi di sungai bersama 5 orang temannya.

Bahkan, Widya menambahkan, sedari awal korban dan 5 temannya telah dilarang oleh petugas setempat. Banner larangan larangan mandi di sungai juga sudah tertera di lokasi tersebut, namun korban tetap memaksakan kehendak untuk mandi dan berenang.(ptu/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?