2 Ribu Sehari Sepeda Motor, Begini Kehidupan Warga Jembatan Pelor Malang Rasakan Kepadatan Kendaraan

Kondisi jembatan Pelor ketika perbaikan (foto : Widya Amalia/Blok-A)
Kondisi jembatan Pelor ketika perbaikan (foto : Widya Amalia/Blok-A)

Kota Malang, Blok-a.comJembatan Pelor di Kota Malang masih dalam perbaikan usai mengalami keretakan.

Hingga kini jembatan itu masih sepi, tidak ada kendaraan yang lewat. Jembatan itu telah ditutup untuk sementara waktu mulai Kamis sore, 28 September 2023 lalu. Ke depan, usai perbaikan warga berharap agar jembatan tersebut bisa setidaknya ditutup satu hari saja tiap minggunya. Pasalnya, selama ini jalur tersebut memiliki kepadatan kendaraan yang tinggi.

“Bisa sampai 2 ribu dalam sehari, itu jam pagi orang berangkat dan pulang. Bahkan hingga malam masih padat,” beber Ketua RT 01 RW 04 Kelurahan Samaan, Muhammad Arief Kustiawan, pada (3/10/2023).

Arief, sapaannya, menyebut lalu lalang kendaraan beroda dua yang padat menyebabkan warga juga tidak memiliki banyak ruang gerak. Anak-anak tidak bisa bermain, bahkan untuk sekadar menyebrang saja warga tidak bisa. Terlebih, soal jam istirahat dimana terganggu polusi suara.

“Ini ramai sampe malam juga lewat. Biasanya dari arah Oro-Oro Dowo dan arah Samaan kan motong jalan itu. Ya, warga sulit istirahat juga. Ini kalau ditutup ya alhamdulillah kita bisa istirahat barang sejenak,” paparnya.

Sebelumnya, dia bersama warga sudah mencoba untuk mengajukan gagasan penutupan tersebut ke kelurahan. Namun, masih belum mendapatkan izin. Sehingga, yang bisa dia lakukan hanyalah memasang palang rambu-rambu dan beberapa polisi tidur.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, keramaian diperparah dengan seringnya mobil tersasar menuju ke arah jembatan Pelor. Hal itu menjadikan kemacetan yang cukup parah. Padahal, warga sudah menulis peringatan hanya untuk roda dua.

Menurut Arief, warga hanya memerlukan setidaknya sehari saja untuk istirahat. Anak-anak di pemukiman sekitarnya juga memerlukan tempat bermain. Memang, satu-satunya tempat bermain anak-anak hanya di jalanan tersebut apabila sedang sepi. Itu pun di antara lalu lalang roda dua. Jelas, kondisi ini berbahaya.

“Kalau mau lewat silakan lewat aja, warga cuma butuh sehari kok. Biasanya kalau ada acara kami memang tutup sebentar, tapi setelah itu hanya 1 hingga 2 jam saja langsung kami buka, karena kami tahu jalan ini jadi akses umum,” tandasnya.

Sementara itu, hingga kini pihaknya masih belum mendapatkan umpan balik lebih lanjut dari kelurahan. Pihaknya hanya bisa pasrah sembari menikmati waktu yang tersisa sebelum jalan menuju Jembatan Pelor di Kota Malang itu dibuka kembali. (mg2/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?