blok-A.com – Panitia festival musik Berdendang Bergoyang terancam mendapat hukuman pidana. Hal ini dikarenakan kelalaian panitia hingga ada dugaan over kapasitas pengunjung.
Kekinian, polisi menyelidiki festival yang menyebabkan puluhan orang itu pingsan di Istora Senayan.
Saat ini sudah ada dua saksi yang diperiksa. Inisialnya adalah SA dan SH. Mereka bedua adalah manajemen event dan tim produksi.
Hasilnya polisi menyebut ada dugaan panitia lalai hingga mengakibatkan orang terluka. Dugaan kuat panita akan disangkakan pasal 360 KUHP.
“Sementara lebih kepada (pelanggaran) Pasal 360 (KUHP) ya. (Pasal) 360 itu akibat kelalaian menyebabkan orang lain luka,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin.
Untuk diketahui, Pasal 360 KUHP berbunyi sebagai berikut : (1) Barang siapa karena kelalaiannya menyebabkan orang luka berat dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama-lamanya satu tahun.
(2)Barangsiapa lantaran kesalahan/kelalaiannya menjadikan orang lain sakit sementara (tidak dapat melaksanakan pekerjaan atau jabatannya dalam kurun waktu tertentu), dihukum penjara paling lama sembilan bulan atau kurungan penjara paling lama enam bulan atau didenda paling tinggi Rp4.500.
Kelalaian itu sendiri, Komarudin menyebut karena ada sejumlah perbedaan jumlah penonton yang hadir. Pertama adalah surat yang diajukan panitia sebenarnya adalah 3 ribu penonton.
“Sementara surat yang dikeluarkan oleh Parekraf itu 5.000,” terang Komarudin.
Kedua adalah dugaan jumlah tiket yang dijual panitia festival Berdendang Bergoyang melebihi kapasitas yang diajukan ke pihak kepolisian.
“Kemudian lebih masuk lagi kepada, kenapa jumlah tiket yang dijual melebihi apa yang diajukan kepada kami,” ucap Komarudin.
Jumlah tiket yang dijual lebih itupun, kata Komarudin diakui pihak panitia Festival Berdendang Bergoyang. Dalam hal ini indikasi kuat memang ada kelalaian panitia festival Berdendang Bergoyang.
“Yang jelas mereka mengakui bahwa jumlah yang diajukan kepada kami itu berbeda dengan fakta di lapangan. Ini yang akan kami terus kejar, alasan-alasan untuk menambah jumlah,” tegas dia.
Selain itu, saat festival berlangsung panitia dinilai tidak bisa mengendalikan kerumunan. Pengunjung yang over kapasitas itu tidak bisa dikontrol dan dikendalikan panitia.
“Karena di situ sudah tergambarkan yang bersangkutan (panitia Berdendang Bergoyang) abai. Dia tidak bisa mengontrol, tidak bisa mengendalikan. Apalagi kalau yang bersangkutan terbukti memerintahkan tiket di atas dari yang diajukan, itu tambah lebih salah lagi,” imbuh Komarudin.
Sementara itu festival Berdendang Bergoyang adalah Festival musik yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta. Tiket Early Bird dan Presale 1 bahkan sudah habis terjual melalui emvrio.com pada 1 Juni 2022.
Pada 23 Agustus, penjualan tiket Berdendang Bergoyang Festival 2022 presale 2 resmi dibuka untuk tiket 3 Day Pass seharga Rp 545 ribu. Ada pula pre-event bertajuk Pemanasan Berdendang Bergoyang pada 16 September di Spark Senayan, Jakarta.
Festival itu digelar selama tiga hari berturut-turut mulai dari 28 Oktober hingga 31 Oktober 2022. Namun pada hari ketiga festival itu dihentikan.
Line Up Lengkap Berdendang Bergoyang Festival 2022
Jumat, 28 Oktober 2022
– Rizky Febian
– Tulus
– Project Pop
– Armada Band
– Jamrud
– Padi Reborn
– HIVI!
– Melly Goeslaw
– Reality Club
– Pamungkas
– Hindia
– Mahalini
– Dipha Barus
– Feast
– Iwa K
– The Upstairs
– Kelompok Penerbang Roket
– Tony Q Rastafara
– Vierratale
– Basboi
– Adrian Khalif
– Yahya
– Jogja Hiphop Foundation
– Gangga
– Spinning Berdua
– Oomleo Berkaraoke ft Siti Badriah & Wika Salim
Sabtu, 29 Oktober 2022:
– Rhoma Irama & Soneta Group
– Reza Artamevia
– Elvy Sukaesih
– Kahitna
– Ungu
– Weird Genius
– Nidji
– Ramengvrl
– Nadin Amizah
– Ardhito Pramono
– Yura Yunita
– Andien
– Isyana Sarasvati
– Yovie Nuno
– The Changcuters
– Seringai
– Coconut Treez
– Fourtwnty
– Teza Sumendra
– Skastra
– Daun Jatuh
– Rayen Pono
– Goodnight Electric
– Arsy Widianto
– Faye Risakotta
– Tanayu
– Feel Koplo
– Barakatak
– Stan
Minggu, 30 Oktober 2022:
– Rossa
– Setia Band
– Trio Lestari x The Bakuucakar
– The Sigit
– Marcel Siahaan
– D’Masiv
– The Panturas
– Maliq & D’Essentials
– Souljah
– J-Rocks
– Masdo
– Saykoji
– Idgitaf x Choirs
– Vira Talisa
– Ras Muhamad
– Abah Lala CS
– NDS AKA
– Dikta
– Prontaxan
– Kuburan Band
– Hursa
– Pemuda Sinarmas
– Manusia Aksara
– Irama Pantai Selatan
– Press The Button Music Project (Weswew, P Double, Syeqy, Laze, Cream, Domdom x Marching Band)
(bob)










Balas
Lihat komentar