Blok-a.com – Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Amerika Serikat dan Israel dilaporkan meluncurkan serangan udara ke infrastruktur nuklir Iran pada Sabtu (28/2/2026). Menanggapi eskalasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sikap resmi pemerintah Indonesia.
Berikut lima poin respons dan langkah yang diambil Presiden Prabowo:
1. Siap Menjadi Mediator
Presiden Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog damai antara pihak-pihak yang bertikai. Indonesia siap menjadi penengah jika semua pihak bersedia menerima peran Jakarta dalam upaya meredam konflik menjalar. Hal itu seperti disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri dalam pengumumannya melalui platform X.
“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” seperti tulis akun resmi Kemlu, Senin, (2/3/2026)
2. Penyesalan atas Gagalnya Diplomasi di Jenewa
Pemerintah Indonesia menyayangkan kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Jenewa. Indonesia menilai kebuntuan pembicaraan nuklir tersebut menjadi salah satu pemicu eskalasi militer saat ini.
“Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah,” dilansir dari akun resmi Kemlu.
Seperti diketahui, perundingan nuklir antara AS-Iran berlangsung di Jenewa sebelum serangan terjadi. Disebutkan oleh Menlu Oman, Badr Al-Busaidi bahwa sebenarnya ada “breakthrough” dalam perundingan sehari sebelum serangan.
3. Seruan Menahan Diri
Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Indonesia meminta semua pihak yang terlibat untuk segera menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan militer. Jakarta menekankan pentingnya mengutamakan dialog untuk mencapai solusi damai.
“Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi,” tulis Kemlu RI di X.
4. Dorongan Solusi Damai
Dalam lanjutan pernyataan yang sama, Indonesia menggarisbawahi pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Pemerintah secara konsisten mendorong stabilitas kawasan untuk menghindari dampak lebih luas terhadap ekonomi dan keamanan global.
“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” lanjut Kemlu RI.
5. Perlindungan WNI di Iran
Kementerian Luar Negeri mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran untuk tetap tenang dan waspada. Para WNI diminta memantau perkembangan situasi dan mengikuti instruksi keselamatan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran serta otoritas setempat.
“WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat,” imbau Kemlu RI menutup pernyataan tertulis terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. (mg2/ova)
Penulis: Flora Vorentina Lum (Mahasiswa magang UNITRI)










Balas