5 Rekomendasi Tujuan Kuliner di Pacitan, Kampung Halaman Presiden ke-6

Kuliner kupat tahu (foto: Antara/Asmaul)
Kuliner kupat tahu (foto: Antara/Asmaul)

Blok-a.com – Pacitan, sebuah kabupaten di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur, dikenal sebagai kota seribu goa dan pantai, namun di balik keindahan alamnya tersimpan khasanah kuliner yang tak kalah menarik. Berikut lima destinasi kuliner legendaris yang wajib dikunjungi wisatawan:

1. Rumah Makan Nasi Tiwul Bu Jarno

Nasi tiwul menjadi salah satu kuliner tradisional Pacitan yang ikonik. Terbuat dari singkong kering yang dihaluskan menjadi tepung, kemudian dikukus hingga menyerupai nasi putih. Teksturnya unik, dengan rasa gurih dan sedikit manis.

Rumah Makan Nasi Tiwul Bu Jarno berlokasi di Tamperan, Bagak, Sidoharjo, Kecamatan Pacitan telah berdiri sejak tahun 1980-an. Warung ini menyajikan nasi tiwul khas Pacitan dengan beragam lauk pendamping seperti ikan laut bakar, udang, cumi, dan sayuran segar yang menambah kelezatan hidangan.

Warung yang beroperasi setiap hari dari pukul 07.00 hingga 18.00 WIB ini melayani makan di tempat maupun pesan antar. Dengan harga terjangkau berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000 per porsi, nasi tiwul Bu Jarno menjadi pilihan sarapan atau makan siang yang mengenyangkan dan ramah di kantong.

2. Warung Makan Sego Gobyos

Sego Gobyos adalah kuliner khas Pacitan yang cocok bagi para pecinta pedas. Nasi putih hangat disajikan dengan sayur kenikir dan lauk pilihan, seperti tahu, tempe, ayam, atau ikan, disiram kuah sambal pedas yang menggugah selera. Hidangan ini sangat cocok dinikmati saat cuaca dingin karena kuah pedasnya dapat menghangatkan tubuh.

Warung Sego Gobyos berlokasi di kawasan Krajan, Kabupaten Pacitan. Dikenal sebagai kuliner malam, karena beroperasi setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 04.00 WIB subuh. Harga per porsi yang berkisar antara Rp10.000 hingga Rp18.000, menjadikan sego gobyos sebagai pilihan kuliner tradisional yang lezat sekaligus terjangkau bagi semua kalangan.

3. Sate Yu Sikot

Sate Yu Sikot merupakan salah satu kuliner legendaris di Pacitan yang telah dikenal luas, bahkan menjadi langganan mantan presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Warung yang berlokasi di Jalan Nawangan No. 03, Krajan Wetan, Jatimalang, Kecamatan Arjosari ini telah menjadi ikon kuliner kota Pacitan.

Sate ayam dengan bumbu kacang khas Pacitan dengan cita rasa pedas dan manis yang nikmat. Bumbu kacang pacitan terkenal dengan konsistensinya yang lebih kental dan lebih kaya rasa dibandingkan sambal sate ayam biasa. Keunikan bumbu kacang inilah yang menjadikan Sate Yu Sikot berbeda dari sate pada umumnya.

Warung ini yang buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini menawarkan harga yang sangat terjangkau. Sekitar Rp1.500 per tusuk dengan pilihan menu sate ayam, kambing, dan gule.

4. Abuteke Steak & Ice Cream

Berbeda dengan kuliner tradisional lainnya, Abuteke Steak & Ice Cream menawarkan menu western. Seperti namanya, restoran ini spesial menyajikan steak ayam dan es krim. Meski demikian, ada pula pilihan menu lain, seperti nasi goreng, mie goreng, hingga ayam geprek.

Berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto No. 10, Krajan, Kecamatan Pacitan, restoran ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 23.00 WIB. Dengan harga menu yang cukup terjangkau berkisar antara Rp25.000 hingga Rp50.000 per orang, tempat ini menjadi pilihan yang tepat untuk bersantap keluarga.

5. Warung Kupat Tahu Mbah Isah

Warung Kupat Tahu Mbah Isah telah beroperasi sejak tahun 1990-an dan dikenal dengan suasana rumah joglo. Menyajikan kupat tahu dengan cita rasa autentik, menggunakan kecap kental khas Pacitan dan air bawang putih yang memberikan rasa gurih.

Sebagai bisnis keluarga yang telah dilestarikan selama tiga generasi, Warung Kupat Tahu Mbah Isah menjadi bagian penting dari warisan kuliner Pacitan. Berlokasi di Jalan Gatot Subroto No. 39, Purwoharjo, Baleharjo, Kecamatan Pacitan ini beroperasi mulai pukul 08.00 hingga sore hari. Harga per porsi kupat tahu sangat terjangkau mulai dari Rp10 ribu-an, menjadikannya pilihan kuliner yang ramah di kantong. (mg2/gni)

Penulis: Muhammad Naufal Abiyyu (mahasiswa magang UTM Bangkalan)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com