Kemenkes RI Dorong Program Homecare Kabupaten Jember Sebagai Model Pelayanan Kesehatan Nasional

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) (foto: Istimewa)
Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) (foto: Istimewa)

Jember, Blok-a.com — Pemerintah Kabupaten Jember menerima apresiasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas implementasi program Homecare. Program ini merupakan layanan kesehatan berbasis kunjungan langsung ke rumah masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.

‎Apresiasi tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), dalam kunjungannya ke Kabupaten Jember. Beliau menyoroti tantangan geografis Kabupaten Jember yang memiliki luas wilayah enam kali lipat dari DKI Jakarta, sehingga memerlukan pendekatan pelayanan yang berbeda.

‎”Kami sangat kagum karena ini merupakan terobosan baru. Di Indonesia, layanan kesehatan dianggap bagus jika lokasinya dekat. Ternyata, Jember ini wilayahnya sangat luas. Banyak masyarakat tidak punya ongkos ke fasilitas kesehatan meski sudah terlindungi penjaminan. Maka Pak Bupati membuat terobosan Homecare: yang tidak mampu dijemput, yang sakit didatangi,” ungkap dr. Benjamin.

‎Wamenkes menegaskan bahwa program Homecare di Kabupaten Jember merupakan inovasi pertama di Indonesia dengan skema operasional yang komprehensif. Hal ini mencakup pemanfaatan armada kendaraan dinas di tingkat kecamatan untuk mendukung mobilitas pasien.

‎Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kesehatan akan memfasilitasi pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Jember di Jakarta dalam kurun waktu 2 sampai 3 bulan mendatang. Pertemuan tersebut bertujuan untuk melakukan telaah teknis, identifikasi kebutuhan pendukung, dan penyusunan formula anggaran, agar model ini dapat direplikasi di daerah lain melalui skema piloting nasional.

‎Terkait pembiayaan, seluruh operasional Homecare saat ini bersumber dari APBD Kabupaten Jember, termasuk alokasi untuk bahan bakar kendaraan operasional. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan menyatakan komitmennya untuk mendukung penyediaan obat-obatan dan perlengkapan medis bagi petugas Homecare.

‎”Kemenkes berkomitmen membantu penyediaan pasokan obat-obatan serta perlengkapan medis pendukung untuk petugas Homecare di lapangan,” jelas dr. Benjamin.

‎Dukungan legislatif juga disampaikan oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Kawendra Lukistian. Ia menilai program Homecare sebagai wujud keberpihakan pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.

‎”Kalau warga mampu bisa memiliki dokter pribadi, lantas apa salahnya jika warga yang kurang mampu juga mendapatkan fasilitas medis yang sama? Pemikiran inilah yang sangat menyentuh,” tutur Kawendra pada Jumat, 24 Juli 2026.

‎Lebih lanjut, Kawendra menilai kebijakan Bupati Jember, Gus Fawait, selaras dengan prioritas pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, meliputi aspek gizi, pendidikan, dan jaminan kesehatan.

‎”Ini adalah bentuk nyata bagaimana gagasan satu dokter untuk tiap keluarga tidak mampu bisa diwujudkan secara konkret melalui Homecare. Warga Jember patut bangga karena daerah ini mampu menjadi pelopor dan contoh bagi Indonesia,” tutupnya.

‎Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pemerataan layanan kesehatan yang berkualitas dan inklusif bagi masyarakat Kabupaten Jember. (rio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com